Thursday, 7 June 2012

I.                   TUJUAN : Mengetahui berapa jarak titik buta manusia. 
II.         LANDASAN TEORI


               Benda yang terkena cahaya akan membiaskan cahayanya melalui kornea dan diteruskan ke aqeus humor, pupil, lensa mata, vitrous humor, kemudian retina. Cahaya yang masuk ke bagian bintik kuning retina akan mengenai sel-sel batang dan kerucut. Sel kerucut sebagai fotoreseptor yang peka cahaya akan menangkap rangsang dan mengubahnya menjadi impuls yang dihantarkan ke saraf optik ke otak besar bagian belakang (lobus oksipitalis). Pada lobus oksipitalis  ini terjadi asosiasi berupa kesan melihat benda
Pembiasan cahaya dari suatu benda akan membentuk bayangan benda jika cahaya tersebut jatuh di bagian bintik kuning pada retina, karena cahaya yang jatuh pada bagian ini akan mengenai sel-sel batang dan kerucut yang meneruskannya ke saraf optik dan saraf optik meneruskannya ke otak sehingga terjadi kesan melihat. Sebaliknya, bayangan suatu benda akan tidak nampak, jika pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik buta pada retina
III.                ALAT DAN BAHAN :
1.      Mistar panjang 1 M
2.      Keras karton berukuran 10 x 5 cm
3.      Pulpen

IV.             LANGKAH-LANGKAH :
1.      Potonglah kertas karton dengan ukuran 10 x 5 cm.
2.      Berikan tanda + dan – pada kertas karton dengan jarank 6 cm.
3.      Tutup mata kiri, dan fokuskan pandangan mata kanan paada tanda +.
4.      Tarik kertas secara perlahan ke arah mendekati mata hingga tanda – tidak terlihat/hilang darri pandangan.
5.      Ukurlah jarak mata ke kertas. Dan lakukan sampai 2 kali percobaan.
6.      Lakukan untuk teman berikutnya.
Tabel Pengamatan :
NO
NAMA
PERCOBAAN
I (cm)
II (cm)
1
Abdul Rais P
28
29
2
Nurhailah
18
24
3
Reski Padillah
21
19
4
Kartini Natsir
16
23




Kesimpulan
Jarak bintik buta pada mata kanan kiri manusia rata-rata adalah sama. Bayangan benda tidak terlihat pada jarak tertentu, karena pembiasan cahaya dari benda tersebut jatuh di bagian bintik buta pada retina karena cahaya yang jatuh pada bagian ini tidak mengenai sel-sel batang dan kerucut sehingga tidak ada impuls yang diteruskan ke saraf optik yang akhirnya menyebabkan tidak terjadinya kesan melihat. Sebaliknya, jika pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik kuning pada retina, maka bayangan benda akan terlihat.
I.                   TUJUAN  :  Menguji berapa kecepatan gerak tangan.
II.                ALAT DAN BAHAN :
a)      Handphone (HP) atau stopwach

III.             LANGKAH-LANGKAH :
1.      Dari arah kiri ke kanan :
a)      Buatlah lingkaran besar dengan 4-5 orang.
b)      Ambil HP atau stopeach sebagai alat penghitung waktu dan letakkan ditangan kiri orang pertama.
c)      Silahkan pindahkan HP atau stopwatch ( mulai penghitungan waktu )  dari orang pertama secara melingkar hingga kembali ke orang pertama dan hentingan penghitungan waktu.
d)      Catat, dan lakukan hingga orang yang terakhir.

2.      Dari arah kanan ke kiri :
a)      Lakukan seperti dengan langkah- langkah sebelumnya. Tetapi dengan mengubah arah.
b)      Catat hasil hingga orang yang terakhir.

IV.              HASIL PERCOBAAN 1 ( TANGAN KIRI KE KANAN )
NO
NAMA
KECEPATAN
1.
Rais
7,40 detik
2.
ILha
5,91 detik
3.
Uswa
5,65 detik
4.
Kartini
5,41 detik
5.
Resky
6,18 detik
RATA-RATA
6,11 detik


V.                 HASIL PERCOBAAN 2 ( TANGAN KANAN KE KIRI  )
NO
NAMA
KECEPATAN
1.
Rais
4,98 detik
2.
ILha
6,48 detik
3.
Uswa
5,90 detik
4.
Kartini
5,45 detik
5.
Resky
5,06 detik
RATA-RATA 
5,6 detik 




Pertanyaan
1.      Hitunglah rata-rata yang diperlukan seseorang dalam merespons stimulus yang di terima!
2.      Bandingkan data hasil perhitungan pertama dengan data hasil perhitungan kegiatan kedua.Mana yang lebih cepat?
Jawab :
            Lebih cepat ketika menggunakan tangan kanan, dibandingkan setelah mengubah arah menjadi tangan kiri. Karena tangan kanan sudah biasa untuk digunakan setiap harinya disbanding dengan tangan kiri.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!