Tuesday 20 March 2012


                                                                                UJI URINE
Tujuan Kegiatan: Mengetahui pH urin, kadar klorida, kadar glokosa, dan kadar protein urin. 

Landasan Teori :
             Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Urine digunakan sebagai indikator untuk mengetahui berbagai penyakit yang dialami tubuh kita. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan urin tersebut berasal dari ginjal atau saluran kencing yang terinfeksi, sehingga urinnya pun akan mengandung bakteri. Namun jika urin berasal dari ginjal dan saluran kencing yang sehat, secara medis urin sebenarnya cukup steril dan hampir bau yang dihasilkan berasal dari urea. Sehingga bisa diakatakan bahwa urin itu merupakan zat yang steril

Alat dan Bahan:
1.      Urin segar
2.      Kertas lakmus  (indicator universal)
3.      Tabung reaksi
4.      Pipet tetes
5.      Lampu Bunsen
6.      Penjepit tabung reaksi
7.      Biuret/millon
8.      AgNO3 10 %

Cara Kerja:

1.     Uji PH urine
a.       Masukkan urin sebanyak 2 mL kedalam tabung reaksi
b.      Celupkan kertas indicator universal ke dalam urin
c.       Cocokkan perubahan warna kertas indicator dengan warna standar pH
d.      Catat hasil pengamatan

2.     Uji kandungan Glukosa Urine
a.       Masukkan urin sebanyak 2 mL kedalam tabung reaksi
b.      Tambahkan 15 tetes reagen benedict ke dalam urin.
c.       Panaskan selama 1-2 menit.
d.      Amati perubahan warna dan endapan yang terjadi.
a)      Hijau     :kadar glukosa 1%
b)      Merah    :kadar glukosa 1,5 %
c)      Orange              :kadar glukosa 2 %
d)     Kuning  :kadar glukosa 5%

3.     Uji protein urin
a.       Masukkan urin sebanyak 2 ml ke dalam tabung reaksi
b.      Tambahkan 8 tetes larutan reagen biuret
c.       Amati perubahan warna yang terjadi
d.      Catat dalam tabel hasil pengamatan

4.     Uji kandungan klorida(Cl)
a.       Masukkan 5 ml urin dalam tabung reaksi
b.      Tambahkan 5 tetes larutan AgNO3 10% ke dalam urin
c.       Amati perubahan yang terjadi adanya endapan putih menunjukkan adanya klorida radikal dalam urin

Tabel hasil pengamatan :

No.
Nama siswa
                                         Tes / Uji
Ph
Bau
Glukosa
Protein
Klorida
Warna mula2
1
Abdul Rais P
5
Pesin
2%
Biru
-
Orange
2
Nur Hailah
6
Pesin
1%
Biru
-
Kuning jernih
3
Reski Padilla
5
Pesin
2%
Biru
-
Orange
4
Kartini
6
Pesin
1%
Biru
-
Kuning jernih


 
Hasil Percobaan :

Urin Mula-mula 
 
Gambar 01 Urin (a) Kartini Natsir (b) Reski Padilla
(c) Nurhailah (d) Abdul Rais


Uji Glukosa


Gambar 02 Urin (a) Kartini Natsir (b) Reski Padilla
(c) Nurhailah (d) Abdul Rais

Uji Protein

 
Gambar 02 Urin (a) Kartini Natsir (b) Reski Padilla
(c) Nurhailah (d) Abdul Rais


Bila mengandung protein terbentuk cincin berwarna ungu  jadi dari semua urin yang diamati, tidak ada astupun urine yang mengandung protein.

Tanya Jawab :

1.      Berapakah pH rata-rata dari urin yang di uji? Dan berikan interoresentasimu arti nilai pH urin tersebut!
Jawab :
           Rata-rata pH pada percobaan kami adalah 5,5. Arti nilai pH tersebut untuk mengetahui apakah ginjal berfungsi dengan baik. Karena pada dasarnya ginjal berfungsi untuk mengatur pH larutan/ cairan dalam tubuh agar netral. Serta keasaman cairan juga diatur di dalam ginjal.

2.      Penyakit apa sajakah yang terindikasi jika kadar gula urin positif?
Jawab :
           Apabila urin mengandung gula, berarti telah mempunyai penyakit diabetes atau kencing manis. Urine yang mengandung glukosa dapat disebabkan oleh gangguan hormonal, penyakit hati, obat-obatan dan kehamilan.

3.      Jelaskan hubungan antara kadar protein dalan urin dengan kesehatan!
Jawab:
           Jika ditemukan protein dalam urin, itu artinya saringan yang ada di glomerolus  telah rusak atau jebol. Karena dalam keadaan normal, protein yang ada di dalam darah akan disaring oleh glomerolus ginjal sehingga tidak akan didapatkan di dalam urin. Dengan rusaknya saringan di glomerolus maka dapat menyebabkan zat-zat lain juga ikut lewat.

                                                     
Kesimpulan :
 
         Dari hasil percobaan yang kami lakukan maka kami mengambil kesimpulan bahwa urine dapat kita gunakan sebagai indikator, apakah ginjal kita dapat berfungsi dengan baik atau ginjal kita sedang mengalami kerusakan. Adri hasil uji urine yang kami lakukan, semua urine sedang dalam keadaan netral, sehingga dapat kita simpulkan bahwa semua ginjal dari teman-teman yang telah diuji berfungsi sebagai mana mestinya. 

DI SUSUN OLEH :
Kelompok Kolenkim : Abdul Rais P.
                                    Nur Hailah Zulfiekawati
                                    Reski padilla
                                    Kartini Natsir
                                    Uswah Fadiah Kirawati
 

Categories:

1 comment:

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!