Monday, 6 February 2012

OLEH : ABDUL RAIS P.
           MUH. NASRI
KELAS : XI  IPA  1
SMA NEGERI 01 BONTOMARANNU
Tujuan :
Mengetahui  adanya kandungan  Glukosa, Karbohidrat, Protein, lemak, dan vitamin pada  makanan.
Landasan Teori
Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan.Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktifitas sehari-harinya.Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi,membantu pertumbuhan badan dan otak.Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun badan.Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda.Protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan.
Setiap jenis gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda.Karbohidrat merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan sehari-hari.Salah satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi.Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan kita,baik otak maupun tubuh kita.Lemak digunakan oleh tubuh kita sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan energi.Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh kita saat kita membutuhkan energi. Berikut zat-zat yang terkandung dalam makanan yang diperlukan oleh tubuh.
Karbohidrat
Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organik yang tersusun hanya dari atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana. Banyak karbohidrat yang merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta bercabang-cabang.
Karbohidrat merupakan bahan makanan penting dan sumber tenaga yang terdapat dalam tumbuhan dan daging hewan. Selain itu, karbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada makhluk hidup dalam bentuk serat (fiber), seperti selulosa, pektin, serta lignin.
Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Tubuh menggunakan karbohidrat seperti layaknya mesin mobil menggunakan bensin. Glukosa, karbohidrat yang paling sederhana mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi tenaga untuk menjalankan
sel-sel tubuh.Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.
Amilum
Pati atau amilum (CAS# 9005-25-8) adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Hewan dan manusia juga menjadikan pati sebagai sumber energi yang penting.
Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi. Penjelasan untuk gejala ini belum pernah bisa tuntas dijelaskan.

Gula (GLUKOSA)
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, yang menyediakan 4 kalori (17 kilojoule) energi pangan per gram. Pemecahan karbohidrat (misalnya pati) menghasilkan mono- dan disakarida, terutama glukosa. Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, pembawa energi sel. Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme lipid. Karena pada sistem saraf pusat tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa.
Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen ("pati hewan") dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak. Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan lebih banyak energi. Meskipun lemak simpanan dapat juga menjadi sumber energi cadangan, lemak tak pernak secara langsung dikonversi menjadi glukosa. Fruktosa dan galaktosa, gula lain yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat, langsung diangkut ke hati, yang mengkonversinya menjadi glukosa.

Protein
Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).

Lemak
Lemak sama dengan minyak. Orang menyebut lemak secara khusus bagi minyak nabati atau hewani yang berwujud padat pada suhu ruang. Lemak juga biasanya disebutkan kepada berbagai minyak yang dihasilkan oleh hewan, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair.
1 gram lemak menghasilkan 9,3 kalori. lemak terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen
   D. Kajian Pustaka
Beberapa reagen yang banyak digunakan untuk mendeterminasi kandungan nutrisi dalam makanan adalah:
  1. Lugol / iyodium : Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan jenis amilum (tepung)
  2. Benedict : Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan kelompok gula (monosakarida dan di sakarida)
  3. Biuret : Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan kelompok protein
  4. kertas buram : digunakan untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung lemak / minyak
  5. Larutan Iodida dapat digunakan sebagai katalisator untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung vitamin C











METODOLOGI PENELITIAN
A.  Alat :

1.      Tabung reaksi
2.      Penjepit tabung reaksi
3.      Plat tetes
4.      Gelas kimia/beker
5.      Lampu spritus
6.      Benedict
7.      Larutan Biuret
8.      Larutan lugol/iyodium
9.      Kertas Buram/kertas Minyak
10.  Pipet tetes
11.  Mortar
12.  Alkohol

B.  Bahan:

1.      Ubi
2.      Glukosa
3.      Tepung kanji
4.      Roti
5.      Gula halus
6.      Nasi
7.      Jeruk nipis
8.      Telur matang
9.      Tempe
10.  Tomat
11.  Vitamin C
12.  Mentega
13.  Santan
14.  Minyak
15.  Air
16.  Kecap







C.  Langkah –langkah dan Cara Kerja

a)   Uji Glukosa :
Buat masing-masing larutan glukosa,larutan kanji, dan larutan gula dalam tabung reaksi, tambahkan masing-masing 10 tetes benedict, kemudian panaskan dengan pembakar spritus. Amati perubahan yang terjadi pada setiap tabung reaksi.
Bila pengujian dilakukan dengan pereaksi reagen benedict maka perubahan bahan makanan yang mengandung glukosa bewarnah Merah Bata.
b)   Uji Amilum (Karbohidrat) :

Haluskan bahan makanan yang akan diuji dengan menggunakan mortar, kemudian beri sedikit air hingga membentuk larutan. Isi tabung reaksi dengan larutan bahan makanan yang telah dihaluskan tadi, kemudian tetesi dengan larutan lugol/yodium.
Bila terjadi perubahan warna sebelumnya menjadi warna biru sampai hitam berarti bahan makanan tersebut fositif mengandung amilum (glukosa).

c)    Uji  protein :

Hancurkan bahan makanan yang akan diuji dengan menggunakan mortar, kemudian beri sedikit air hingga membentuk larutan. isi tabung reaksi dengan larutan bahan makanan yang telah dihaluskan tadi, kemudian tetesi dengan larutan Biuret.

d)   Uji Lemak :

Menguji kandungan lemak, dengan cara mengoleskan pada kertas buram/kertas berminyak kering lalu angin-anginkan, lalu menerawangkan pada cahaya. Jika pada bahan makanan yang mengandung LEMAK maka akan tembus pandang/transparan.

e)    Uji Vitamin

Untuk mengetahui kandungan vitamin C dalam bahan Makanan. lakukan dengan cara membandingkannya dengan kadar Vitamin C dalam tablet yang diketahui.
Lalu untuk larutan bahan makan yang ingin diketahui kadar vitamin yang terkandung dengan meneteskan reagen ionida sebagai katalisator. Tetesi larutan ionida dengan masing-masing larutan tomat, dan larutan jeruk, hingga terjadi perubahan warna dari warna yang sebelumnya.
HASIL PENGAMATAN :

Bahan Makanan
Reaksi Perubahan Warna
Noda Pada Kertas
Hasil uji Makanan
Lugol/ Yodium
Benedict
Biuret
Amilum
Glukosa
Protein
Lemak
Vitamin
Gula Halus

Merah Bata

-
-
-
-
-
Kanji
Biru kehitaman
Putih

-
-
-
-
-
Nasi
Biru Kehitaman


-
-
-
-
-
Ubi Halus
Biru Kehitaman


-
-
-
-
-
Roti
Biru
Kehitaman


-
-
-
-
-
Jeruk Nipis
Kuning


-
-
-
-
-
Putih telur Matang


Ungu
-
-
-
-
-
Kuning Telur Matang


Ungu kekuning – kuningan
-
-
-
-
-
Tempe


Ungu
-
-
-
-
-
Mentega



-
-
-
-
Santan



-
-
-
-
Minyak Kelapa



-
-
-
-
Kecap



-
-
-
-
Air



-
-
-
-
-
-
 Sari Tomat
Kuning kecoklatan


-
-
-
-
-

Uji Glukosa melalui Pemanasan:










PEMBAHASAN
Dalam makanan yang diuji akan saya analisis berbagai zat yang terkandung di dalamnya, yaitu pada
UJI  AMILUM (Reagen Lugol/Yodium) :
v  Nasi : Hasil pengamatan larutan nasi berubah warna dari warna asal putih keruh menjadi berwarna biru kehitaman yang sangat kental. Hal itu menandakan bahwa Kandungan Nasi Banyak mengandung karbohidrat.

v  Ubi Halus : Hasil pengamatan Larutan Ubi berubah warnah dari asal Putih keruh menjadi Berwarnah Biru kehitamn menandakan Bahwa Ubi mengandung Karbohidrat.


v  Roti : Hasil pengamatan Larutan Roti berubah warnah dari asal putih keruh menjadi berwarnah biru kehitaman namun hanya sedikit, hal itu menandakan bahwa kandungan Karbohidrat pada roti hanya sedikit.

v  Tepung Kanji: Iodine / kalium iodide / KI merupakan reagen untuk menunjukkan kandungan amilum/tepung pada suatu bahan makanan. Warna dasar larutan KI orange.

Hasil pengamatan Larutan Tepung Kanji berubah warnah dari asal putih menjadi berwarnah biru kehitaman yang kental, hal itu menandakan bahwa kanji juga bnyak mngandung Karbohidrat.
UJI  GLUKOSA:
v  Gula Halus : Benedict, Fehling A dan Fehling B merupakan reagen yang dapat menunjukkan keberadaan glukosa pada suatu bahan makanan. Warna dasar dari larutan benedict adalah biru tua.

Hasil pengamatan: Campuran larutan gula dengan benedict berwarna biru, setelah pemanasan terjadi perubahan warna secara bertahap mulai dari hijau, kuning dan akhirnya menjadi merah bata. Kandungan yang ada pada gula hanyalah glukosa.

v  Tepung Kanji
Hasil Pengamatan : campuran larutan tepung kanji yang ditetesi dengan reagen Benedict lalu dipanaskan, larutan kanji tidak mengalami perubahan warnah apapun, tetap pada warnah asalnya yaitu putih. Hal ini menandakan bahwa Larutan tepung Kanji tidak mengandung glukosa.






UJI  PROTEIN (BIURET)
v  Putih telur : Biuret merupakan reagen yang dapat menunjukkan keberadaan protein pada suatu bahan makanan. Warna dasar larutan biuret adalah biru.
Hasil pengamatan: Terjadi perubahan warna larutan putih telur menjadi ungu.
Menandakan bahwa putih telur mengandung Protein.

v  Tempe :
Hasil pengamatan: terjadi perubahan warna pada larutan tempe yang ditetesi dengan Reagen Biuret dari asal warna coklat keru menjadi Ungu kecoklatan. Hal ini menandakan bahwa tempe mengandung Protein namun tidak banyak.

v  Kuning Telur:
Hasil Pengamatan : terjadi perubahan warna pada larutan kuning telur dari asal warnah  kuning menjadi Kuning keungu – unguan.


 UJI  LEMAK :
Jika pada kertas buram terbentuk noda saat diterawang, maka makanan yang diuji tersebut mengandung lemak. Dari hasil pengamatan dalam menguji kandungan lemak menggunakan beberapa bahan  makanan seperti Mentega, minyak kelapa, santan, air, kecap, dan larutan glukosa. Dan yang paling banyak mengandung lemak adalah sebagai berikut:
1.      Minyak Kelapa
2.      Mentega
3.      Santan
4.      kecap

UJI  VITAMIN
Hasil Pengamatan
1.      Larutan Vitamin C tablet.
Reagen Ionida ditetesi dengan larutan vitamin C sebanyak 8 tetes  akan menimbulkan warna kuning jernih.

2.      Larutan sari Jeruk Nipis
Reagen Iodida ditetesi dengan larutan Sari jeruk Nipis sebanyak 180 tetes akan menimbulkan warnah kuning keruh.

3.       Larutan Sari Tomat
Reagen Iodida dittesi dengan larutan Sari Tomat Sebanyak 170 tetes menimbulkan warnah kuning kecoklatan.
Dari hasil pengamatan bahwa kadar Vitamin yang paling tinggi adalah Sari Jeruk nipis dan Sari Tomat. Yang sebagai pembandingnya adalah larutan Vitamin C.
Dalam praktikum untuk menguji ada tidaknya kandungan suatu zat terhadap suatu makanan harus dipanasi, hal itu dimaksudkan agar larutan yang diuji tersebut terlihat reaksinya.


KESIMPULAN
Pada percobaan yang telah dilakukan diketahui bahwa uji glukosa, karbohidrat, protein,dan lemak. Mempunyai indicator yang berbeda-beda seperti berikut :
  1. Perubahan warna larutan tepung menjadi biru kehitaman menunjukkan larutan yang diuji mengandung amilum
  2. Perubahan warna larutan menjadi merah bata menunjukkan bahwa larutan tersebut mengandung glukosa.
  3. Kadar warna merah pada hasil eksperimen menunjukkan kualitas kandungan glukosa dalam larutan.
  4. Perubahan warna ungu pada larutan putih telur menunjukkan larutan tersebut mengandung protein
  5. Timbulnya transparan pada kertas menunjukkan adanya kandungan lemak dalam minyak.

Dari hasil diatas, diketahui bahwa setiap pengujian diketahui mempunyai indikator masing-masing tergantung pengujian yang kita lakukan. Apakah pengujian Glukosa, Karbohidrat, Lemak, maupun Protein.

Saturday, 13 August 2011

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 


1. Sahur
Hal yang paling penting saat puasa adalah sahur. Para pakar kesehatan pun menyarankan agar kita jangan sampai meninggalkan sahur saat puasa. 


 












2. Makanan Berserat
Makanan berserat umumnya susah dicerna oleh tubuh. Nah, ini dapat menunda lapar. Penelitian Pelayanan Gizi Rawat Inap RSHS Yufrida Leni Fayakun menganjurkan saat sahur agar memilih makanan yang lama dicerna di lambung supaya perut tidak cepat lapar.

“Semua konsistensi cair akan cepat hilang dari lambung. Dan yang paling lama dicerna adalah karbohidrat,” jelas Leni.

Makanan berserat yang mudah didapat

Buah-buahan : jeruk, timun dll
Sayuran : sawi, bayam dll




3. Cukup Minum Air Putih
Biasakan saat sahur anda minum air putih secukupnya. Jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit.















4. Cari Kesibukan Yang Menyenangkan
Usahakan anda membuat kesibukan yang menurut anda menyenangkan. Ini dapat membuat anda lupa kalau anda sedang berpuasa. Dan biasanya kegiatan ini seolah-olah mempercepat waktu puasa anda. Tidak percaya? coba saja sendiri.













5.Tetap Berolahraga
Untuk menjaga kondisi badan, tetaplah berolahraga meski intensitasnya agak dikurangi. Jalan kaki atau lari pagi selama 30 menit tidak masalah. Meski anda berkeringat, lelah, dan haus, setelah mandi pagi atau mandi sore insya Allah badan anda segar kembali. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Oleh karena itu meski berpuasa, kita tetap boleh mandi pada waktu pagi dan petang selama tidak berlebihan.

















6.Makanlah Kurma dan Madu Saat Sahur dan Berbuka

Agar kuat berpuasa, coba makan 3 butir kurma dan 2 sendok makan madu setelah makan sahur. Begitu pula ketika berbuka puasa. Minum juga air secukupnya (minimal 3 gelas) agar anda tidak dehidrasi.

Dari Sulaiman Ibnu Amir Al-Dlobby bahwa Nabi SAW bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu berbuka, hendaknya ia berbuka dengan kurma, jika tidak mendapatkannya, hendaknya ia berbuka dengan air karena air itu suci.” Riwayat Imam Lima. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Hakim.

Kurma dan Madu kandungan kalorinya cukup tinggi dan bisa memberi anda energi yang cukup untuk beraktifitas. Selain itu makanan 4 sehat dan 5 sempurna seperti buah-buahan juga jangan dilupakan:

“Kemudian makanlah dari tiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu. Dari perut lebah itu ke luar minuman madu yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” [An Nahl:69]





     Tips Agar Kuat Menjalankan Puasa Ramadhan ini hanya untuk menguatkan tubuh anda selama berpuasa. Pada hakikatnya puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, puasa juga menahan diri dari emosi, pandangan, ucapan, dan perbuatan. Semua itu harus anda laksanakan dengan ikhlas.

jangan lupa NIAT sebelum berpuasa ya 
  



                 SELAMAT BERPUASA

Monday, 11 July 2011

Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:
1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
2. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”
4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
5. Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
6. Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
8. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as
9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
10. Pada Malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
12. Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
13. Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
15. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
16. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”
19. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
20. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
21. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
25. Pada malam kedua puluh lima , Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
26. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
28. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
30. Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”
Akhirnya, semoga amal ibadah kita diterima dan kita mendapatkan pangkat dan derajat dari Allah sebagai seorang yang bertakwa.
Sumber Hadist dari Kitab Duratun Nasihin, Bab Keistimewaan Bulan Ramadhan.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!