Thursday, 7 June 2012

I.                   TUJUAN  :  Menguji berapa kecepatan gerak tangan.
II.                ALAT DAN BAHAN :
a)      Handphone (HP) atau stopwach

III.             LANGKAH-LANGKAH :
1.      Dari arah kiri ke kanan :
a)      Buatlah lingkaran besar dengan 4-5 orang.
b)      Ambil HP atau stopeach sebagai alat penghitung waktu dan letakkan ditangan kiri orang pertama.
c)      Silahkan pindahkan HP atau stopwatch ( mulai penghitungan waktu )  dari orang pertama secara melingkar hingga kembali ke orang pertama dan hentingan penghitungan waktu.
d)      Catat, dan lakukan hingga orang yang terakhir.

2.      Dari arah kanan ke kiri :
a)      Lakukan seperti dengan langkah- langkah sebelumnya. Tetapi dengan mengubah arah.
b)      Catat hasil hingga orang yang terakhir.

IV.              HASIL PERCOBAAN 1 ( TANGAN KIRI KE KANAN )
NO
NAMA
KECEPATAN
1.
Rais
7,40 detik
2.
ILha
5,91 detik
3.
Uswa
5,65 detik
4.
Kartini
5,41 detik
5.
Resky
6,18 detik
RATA-RATA
6,11 detik


V.                 HASIL PERCOBAAN 2 ( TANGAN KANAN KE KIRI  )
NO
NAMA
KECEPATAN
1.
Rais
4,98 detik
2.
ILha
6,48 detik
3.
Uswa
5,90 detik
4.
Kartini
5,45 detik
5.
Resky
5,06 detik
RATA-RATA 
5,6 detik 




Pertanyaan
1.      Hitunglah rata-rata yang diperlukan seseorang dalam merespons stimulus yang di terima!
2.      Bandingkan data hasil perhitungan pertama dengan data hasil perhitungan kegiatan kedua.Mana yang lebih cepat?
Jawab :
            Lebih cepat ketika menggunakan tangan kanan, dibandingkan setelah mengubah arah menjadi tangan kiri. Karena tangan kanan sudah biasa untuk digunakan setiap harinya disbanding dengan tangan kiri.
1.      Alat  dan bahan :
a)      Penggaris plastic
b)      Penutup mata

2.      Langkah-langkah Eksperimen 1 ( tidak tertutup mata) :
a)      Siapkan penggaris
b)      Silahkan setengah berdiri/jongkok untuk orang pertama dan siapkan tangan kanan untuk menangkap penggaris yang akan dijatuhkan.
c)      Teman yang lain silahkan jatuhkan penggaris dengan menggunakan aba-aba.
d)     Orang yang pertama lalu menangkapnya, dan lihat pada ukuran berapa yang ditangkapnya.
e)      Catat. Dan silahkan diulang untuk orang berikutnya.

3.      Langkah-langkah Eksperimen 2 ( mata tertutup ) :
a)      Silahkan lakukan seperti pada eksperimen pertama, tetapi dengan menutup mata menggunakan penutup mata.
b)      Catatlah semua hasil eksperimen temanmu.

I.                   Tabel Hasil Eksperimen
Tabel eksperimen 1 :
Percobaan
Nama
1
2
3
Rata-rata
Angka yang terbaca pada penggaris
Resky
24 cm
7 cm
17 cm
16 cm
Kartini
15 cm
13 cm
12 cm
13,3 cm
ILha
9 cm
12 cm
12 cm
11 cm
Uswa
15 cm
11 cm
14 cm
13,3 cm
Rais
4 cm
4 cm
1 cm
3 cm
 Jumlah Rata – rata
11,12 Cm

HASIL :
  
Tabel eksperimen 2 :
Percobaan
Nama
1
2
3
Rata-rata
Angka yang terbaca pada penggari
Rais
10 cm
22 cm
8 cm
13,3
Uswa
14 cm
8 cm
8 cm
10
ILha
10 cm
3 cm
1 cm
4,6
Resky
4 cm
1 cm
7 cm
4
Kartini
5 cm
30 cm
30 cm
30 cm
Jumlah rata-rata
12,38








HASIL :
 
Pertanyaan
1.      Apa kesimpulan yang dapat kalian buat tentang hasil elsperimen tersebut!
Jawab :
            Dari hasil ekperimen yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa tiap-tiap orang mempunyai kecepatan menangkap reaksi yang berbeda-beda. Hal ini disebebkan   karena konsentrasi tiap orang terhadap benda/rangsang.

2.      Apakah kegiatan ini penting bagi seorang pengemudi mobil ? jelaskan!
Jawab :
            Percobaan ini dangat penting bagi pengemudi mobil dalam berlalu lintas. Agar supaya si pengemudi dapat menangkap rangsang secara lebih cepat .

3.      Bandingkan hasil eksperimen yang dua dengan yang pertama,adakah perbedaannya!
Jawab :
            Pada percobaan pertama ( buka mata ) akan lebih berkonsentrasi dibandingkan pada saat percobaan ke dua ( tutup mata ). Pada percobaan pertama banyak menggunakan alat indra, yaitu mata dan telinga. Sedangkan paada percobaan pertama hanya menggunakan telinga saja.


Saturday, 21 April 2012

Hujan yang normal seharusnya adalah hujan yang tidak membawa zat pencemar dan dengan pH 5,6. Air hujan memang sedikit asam karena H2O yang ada pada air hujan bereaksi dengan CO2 di udara. Reaksi tersebut menghasilkan asam lemah H2CO3 dan terlarut di air hujan. Apabila air hujan tercemar dengan asam-asam kuat, mak pH-nya akan turun dibawah 5,6 maka akan terjadi hujan asam.

Hujan asam sebenarnya dapat mencegah global warming, gas buang seperti SO2 penyebab hujan asam mampu memantulkan sinar matahari keluar atmosfer bumi sehingga dapat mencegah kenaikan temperatur bumi. Akan tetapi, efek samping dari hujan asam menghasilkan kerusakan lingkungan yang lebih parah dibandingkan global warming. Sebenarnya “hujan asam” merupakan istilah yang kurang tepat untuk menggambarkan jatuhnya asam-asam dari atmosfer ke permukaan bumi. Istilah yang lebih tepat seharusnya adalah deposisi asam, karena pengendapan asam dari atmosfir ke permukaan bumi tidak hanya melalui air hujan tetapi juga melalui kabut, embun, salju, aerosol bahkan pengendapan langsung. Istilah deposisi asam lebih bermakna luas dari hujan asam.

Sejarah

Fenomena hujan asam mulai dikenal sejak akhir abad 17, hal ini diketahui dari buku karya Robert Boyle pada tahun 1960 dengan judul “A General History of the Air“. Buku tersebut menggambarkan fenomena hujan asam sebagai “nitrous or salino-sulforus spiris“.
Selanjutnya revolusi industri di Eropa yang dimulai sekitar awal abad ke 18 memaksa penggunaan bahan bakar batubara dan minyak sebagai sember utama energi untuk mesin-mesin. Sebagai akibatnya, tingkat emisi precursor (faktor penyebab) dari hujan asam yakni gas-gas SO2, Nox dan HCl meningkat. Padahal biasanya precussor ini hanya berasal dari gas-gas gunung berapi dan kebakaran hutan.
Istilah hujan asam pertama kali digunakan oleh Robert Angus Smith pada tahun 1872 pada saat menguraikan keadaan di Menchester, sebuah daerah industri di Inggris bagian utara. Smith menjelaskan fenomena hujan asam pada bukunya yang berjudul “Air and Rain: The Beginnings of Chemical Technology“.
Masalah hujan asam dalam skala yang cukup besar pertama terjadi pada tahun 1960-an ketika sebuah danau di Skandinavia meningkat keasamannya hingga mengakibatkan berkurangnya populasi ikan. Hal tersebut juga terjadi di Amerika Utara, pada masa itu pula banyak hutan-hutan di bagian Eropa dan Amerika yang rusak. Sejak saat itulah dimulai berbagai usaha penaggulangannya, baik melalui bidang ilmu pengetahuan, teknis maupun politik.
Pada tahun 1970 US mulai mengontrol emisi SO2 dan Nox dengan peraturan pemerintah Clean Air Act. Peraturan ini menentukan standar polutan dari kendaraan bermotor dan industri. Pada tahun 1990 Congress menyetujui amandemen untuk lebih memperketat kontrol emisi yang menyebabkan hujan asam. Amandemen tersebut tercatat mempu mengurangi pengeluaran SO2 dari 23,5 juta ton menjadi sekitar 16 juta ton. US juga merencanakan untuk mengurangi emisi Nox hingga 5 juta ton pada tahun 2010.

acid rain process
Proses deposisi asam melalui air hujan

Pembentukan Asam di Atmosfer

Deposisi asam terjadi apabila asam sulfat, asam nitrat, atau asam klorida yang ada do atmosfer baik sebagai gas maupun cair terdeposisikan ke tanah, sungai, danau, hutan, lahan pertanian, atau bangunan melalui tetes hujan, kabut, embun, salju, atau butiran-butiran cairan (aerosol), ataupun jatuh bersama angin.
Asam-asam tersebut berasal dari prekursor hujan asam dari kegiatan manusia (anthropogenic) seperti emisi pembakaran batubara dan minyak bumi, serta emisi dari kendaraan bermotor. Kegiatan alam seperti letusan gunung berapi juga dapat menjadi salah satu penyebab deposisi asam. Reaksi pembentukan asam di atmosfer dari prekursor hujan asamnya melalui reaksi katalitis dan photokimia. Reaksi-reaksi yang terjadi cukup banyak dan kompleks, namun dapat dituliskan secara sederhana seperti dibawah ini.

Pembentukan Asam Sulfat (H2SO4)

Gas SO2, bersama dengan radikal hidroksil dan oksigen melalui reaksi photokatalitik di atmosfer, akan membentuk asamnya.
SO2 + OH -> HSO3
HSO3 + O2 -> HO2 + SO3
SO3 + H2O -> H2SO4
Selanjutnya apabila diudara terdapat Nitrogen monoksida (NO) maka radikan hidroperoksil (HO2) yang terjadi pada salah satu reaksi diatas akan bereaksi kembali seperti:
NO + HO2 -> NO2 + OH
Pada reaksi ini radikal hidroksil akan terbentuk kembali, jadi selama ada NO diudara, maka reaksi radikal hidroksil akan terbantuk kembali, jadi semakin banyak SO2, maka akan semakin banyak pula asam sulfat yang terbentuk.

Pembentukan Asam Nitrat (HNO3)

Pada siang hari, terjadi reaksi photokatalitik antara gas Nitrogen dioksida denan radikal hidroksil.
NO2 + OH -> HNO3
Sedangkan pada malam hari terjadi reaksi antara Nitrogen dioksida dengan ozon
NO2 + O3 -> NO3 + O2
NO2 + NO3 -> N2O5
N2O5 + H2O -> HNO3
Didaerah peternakan dan pertanian akan concong menghasilkan asam pada tanahnya mengingat kotoran hewan banyak mengandung NH3 dan tanah pertanian mengandung urea. Amoniak di tanah semula akan menetralkan asam, namun garam-garam ammonia yang terbentuk akan teroksidasi menjadi asam nitrat dan asam sulfat. Disisi lain amoniak yang menguap ke udara dengan uap air akan membentuk ammonia hingga memungkinkan penetralan asam yang ada di udara.

Pembentukan Asam Chlorida (HCl)

Asam klorida biasanya terbentuk di lapisan stratosfer, dimana reaksinya melibatkan Chloroflorocarbon (CFC) dan radikal oksigen O*
CFC + hv(UV) -> Cl* + produk
CFC + O* -> ClO + produk
O* + ClO -> Cl* + O2
Cl + CH4 -> HCl + CH3
Reaksi diatas merupaka bagian dari rangkaian reaksi yang menyebabkan deplesi lapisan ozon di stratosfer. Perbandingan ketiga asam tersebut dalam hujan asam biasanya berkisar antara 62 persen oleh Asam Sulfat, 32 persen Asam Nitrat dan 6 persen Asam Chlorida.
Pulau Jawa memiliki tingkat emisi penyebab hujan asam tertinggi di Indonesia, terutama disebabkan oleh sebagian besar kegiatan perekonomian yang terpusat di pulau ini. Pada tahun 1989, tingkat precursor SOx di Indonesia mencapat 157.000 ton per tahun, sedangkan NOx mencapai 175.000 ton per tahun. Kota Surabaya pada tahun 2000 tercatat mengemisikan 0,26 ton SO2 dan 66,4 ton NOx ke udara dari berbagai sumber pencemar.

Thursday, 22 March 2012


Tujuan                     : Mengamati Struktur Insang Ikan
Landasan Teori      :
Insang dimiliki oleh jenis ikan (pisces). Setiap insang terdiri daripada satu lengkung insang yang bertulang, sebaris sisir insang dan dua baris filamen insang yang lembut. Sisir insang mencegah sebarang objek keras daripada memasuki insang dan merosakkan filamen insang. Setiap filamen insang dibekalkan dengan banyak kapilari darah. Filamen insang memberikan satu ruang permukaan yang besar untuk pertukaran gas. Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dare insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dare sepasang filamen, dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan OZ berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum, sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum.
Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02. Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung.
Mekanisme pernapasan pada ikan melalui 2 tahap, yakni inspirasi dan ekspirasi.
• Inspirasi : O2 dari air masuk ke dalam insang yang kemudian diikat oleh kapiler darah untuk dibawa ke jaringan tubuh.
• Ekspirasi : CO2 dari jaringan bersama darah menuju ke insang dan selanjutnya dikeluarkan dari tubuh.


Ikan yang hidup di tempat berlumpur mempunyai labirin yang merupakan perluasan insang berbentuk lipatan berongga tidak teratur. Labirin berfungsi untuk menyimpan cadangan oksigen sehingga ikan tahan pada kondisi kekurangan oksigen. Misal pada ikan lele.


Alat dan Bahan       :
1.      Ikan
2.      Gunting
3.      Pinset
4.      Cawan
5.      Air

Cara kerja:
1.      pelajarilah seekor ikan,temukan dan bukalah operkulumnya,amati insang yang ada di dalamnya.
2.      potong operkulumnya dari tubuh ikan dengan menggunakan gunting .kemudian potong satu lembar insang dengan menggunakan pinset dan gunting.
3.      letakkanlah insang tersebut ke dalam cawan yang sudah di isi air.gambar insang. tersebut lengkap dengan labelnya (lengkung insang,filament insang,dan rigi-rigi insang).
4.      Ambilah insang dari cawandan letakkan pada tempat yang kering.Kemudian amati dengan seksama.

    Hasil Penelitian :


Gambar 01 : Insang pada saat di dalam air

Gambar 02 : Insang pada saat di luar air

 
   Tanya Jawab :
 
1
1.      Apa warna insang yang di amati? Mengapa berwarna seperi itu?
Jawab : berwarna merah karena dalam insang ikan tersebut banyak terdapat pembuluh darah
   yang  mengandung  kapiler sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran gas O2 dan CO2.

2.      Apa fungsi lengkung insang, filamen insang  dan rigi-rigi insang?
Jawab :
·         lengkung insang berfungsi untuk menyatukan filamen.
·         Filamen insang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas O2 dan CO2
·         Rigi-rigii insang berfungsi sebagai tempat penyaringan makanan agar mencegah penyumbatan pada filamen insang.

3.      Apa perbedaan posisi filamen insang saat di air dan tempat kering?
Jawab :
Saat di air filamen insang akan menyebar dan membesar. Sedangkan pada saat di tempat kering filamen-filamen insang akan menyatu dan mengempis.

4.      Mengapa ikan tidak dapat bernapas di luar lingkungan air?  Jelaskan!   
Jawab :
            Ikan tidak dapat bernapas di luar lingkungan air, karena ikan bernapas dengan insang yang hanya dapat digunakan untuk bernapas dalam air. Jadi apabila ikan berada di luar lingkungan air, makan ikan tidak bisa bernapas karena tidak mempunyai alat pernapasan untuk bernapas langsung menggunakan udara.

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!