Tuesday 19 November 2013

Pusat Ujian Nasional 2014: Prosedur Operasional Standar (POS) atau petunjuk pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP dan SMA tahun 2013/2014 terdapat perubahan signifikan yang mendasar. Perubahannya diisyaratkan mulai penggabungan jadwal UN Paket dan UN Formal hingga penambahan paket soal UN dari yang tadinya 4 paket menjadi 20 paket.
"Kemarin (18 Desember 2012, Red) pemerintah pusat mengambil langkah persiapan awal dengan melaksanakan Rakornis tentang persiapan pelaksanaan UN 2013/2014. Saat itu dipaparkan draft (konsep, Red) POS tentang UN 2013/2014. Jika dilihat isinya, kedua hal itu yang signifikan berubah," ucap Kabid Pembinaan Pendidikan (Dikmen) SMP/SMA Disdik Kaltim, H Asli Nuryadin, saat berbincang dengan wartawan di Samarinda, Rabu (26/12).
Hal lain yang akan berubah pada UN 2013/2014 adalah nilai hasil UN akan terakomodir sebagai rekomendasi masuk ke Perguruan Tinggi (PT). Menurut dia, perubahan ini sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat yang menyayangkan nilai UN hanya sebagai penentu kelulusan saja, padahal untuk memperolehnya membutuhkan perjuangan, sehingga layak diakomodir dan dimanfaatkan untuk menempuh pendidikan lanjutan.
"Secara teknis, persoalan nilai UN ini menjadi kewenangan Dirjen Dikti (Pendidikan Tinggi) untuk mengaturnya. Karena itu, kita tunggu saja bagaimana hasilnya," timpal Asli Nuryadin.
Menurut dia, penyelenggaraan UN 2013/2014 sama seperti penyelenggaraan tahun sebelumya. Kecuali jika terdapat kekurangan, pada tahun 2013 ini dilengkapi. Salah satunya seperti pendistribusian soal ujian, perlu ditinjau ulang bagaimana yang terbaik.
"Banyak masukan dari Rakornis kemarin. Sebab, Rakornis juga dihadiri para rektor, para kepala dinas pendidikan dan pemerhati pendidikan seluruh Indonesia. Jadi, tinggal menunggu POS yang sudah diterbitkan secara sah pada Januari 2013," katanya seraya menyebut, jika sudah terbit secara formal akan segera dipublikasikan di Kaltim.
Begitu pula dengan standar kelulusan. Secara umum, menurut dia, tidak berubah seperti tahun sebelumnya. Hanya saja, ada penyesuaian dengan kurikulum baru 2013.
Terkait bertambahnya jumlah paket soal UN, ia mengaku akan melibatkan Disdik kabupaten/kota di Kaltim untuk mengajak sekolah-sekolah melatih peserta didiknya agar leluasa menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK). Salah satunya dengan membiasakan anak didik menggunakan LJK pada setiap penyelenggaraan ujian di sekolah.
"Kita berharap, anak-anak didik dapat dilatih sedemikian rupa agar leluasa menulis nomor peserta dan nomor paket soal ujian. Intinya di sana. Sebab, jika salah nomor paket soal ujiannya bisa berakibat fatal," tukasnya seraya menambahkan, untuk mendukung itu Disdik Kaltim sudah mengalokasikan bantuan scanner LJK sesuai standar UN untuk 19 sekolah di Kaltim.
Asli Nuryadin berharap bantuan alat scanner tersebut dapat dimanfaatkan sebagai uji coba bagi peserta didik sebelum menghadapi UN. "Jadi, kita harapkan mulai ulangan harian dan sebagainya sudah dibiasakan menggunakan LJK," pungkasnya.
 
 

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!