Wednesday, 9 April 2014


DESKRIPSI DIRI

Perkenalkan nama saya Abdul Rais P. Orang yang saya kenal biasa memanggil dengan sebutan Rais. Saya dilahirkan di Kelurahan Mawang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa oleh pasangan Paharu dan Hajrah pada tanggal 05 Februari 1995, yang tanpa diduga sama dengan tanggal kelahiran beberapa pemain sepakbola ternama seperti Neymar, Tevez, dan bahkan Ronaldo. Saya dilahirkan sebagai anak kedua dari dua bersaudara. Kakak saya bernama Syamsuddin dilahirkan 10 tahun sebelum saya, yang telah mempunyai seorang istri bernama Wahyuni Bahsur.
            Saya dilahirkan dan dibesarkan di Kabupaten gowa, tepatnya di Kecamatan Somba Opu, Kelurahan Mawang, Lingkungan Biring-Balang, yang notabene adalah tempat ayah dan ibu lahir dan dibesarkan, walaupun berbeda tempat tinggal. Selama 19 tahun ini, saya telah mengenyam pendidikan mulai dari SD Inpres Buttadidia, SMP Negeri 02 Sungguminasa, SMA Negeri 1 Bontomarannu dan saat ini sedang melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) dengan mengambil Program Studi Pendidikan Matematika. Saya memilih program studi pendidikan matematika karena saya cinta Matematika dan sebaliknya, matematika juga cinta kepada saya. Saya mengatakan matematika cinta kepada saya karena dari beberapa program studi yang saya pilih di Unismuh, matematikalah yang saya lulusi. Saya memilih Unismuh sendiri karena selain tidak lulus di PTN juga karena Unismuh bukan hanya ilmu dunia yang depelajari tetapi kita juga diajarkan bagaimana berislam dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
            Mengenai ciri-ciri fisik, wajah saya tidaklah tampan dan juga tidak jelek sama sekali. Bentuk wajah oval yang dihiasi dengan hidung mancung, mata dan bibir yang proporsional. Rambut lurus tapi juga bergelombang dengan alis yang tipis. Tinggi badan 172 cm dengan berat badan 50 Kg lumayan cukup bagi saya untuk berpadu degan kulit sawo matang ala Indonesia.
            Sebagai seorang pelajar, belajar adalah rutinitas saya. Saya adalah tipe pelajar audiovisual, yang dpat menangkap pelajaran melalui pendengaran dan penglihatan. Saya lebih senang belajar di tempat yang tenang dan tidak bising, sehinggga apa yang saya pelajari dapa terserap dan tersimpan di memori otak dengan baik.
            Mengenai sifat, saya adalah tipikal orang serius dan kadang terkesan cuek dimata teman-teman. Tetapi saya adalah orang yang selalu ingin berteman dengan siapapun. Dan mungkin kecuekan dan kedinginan itu muncul karena saya sedang serius melakukan sesuatu. Selain itu, saya juga senang membuat orang tertawa, karena menurut saya salah satu kebahagiaan di dunia ini adalah ketika kita dikelilingi oleh orang yang bahagia. Saya juga orang yang sedikit pendiam, tetapi pada situasi dan kondisi tertentu saya dapat meledak dan menggigit, setidaknya itulah yang dikatakan oleh kepala sekolah saya kala masih SD. Sedikit perfeksionis dan minimalis, itulah saya dimata saya. Intinya, sebisa mungkin saya memakai prinsip antideadline. Apa yang dapat saya kerjakan saat ini, tidak boleh menuggu sampai esok hari.
            Mengenai hobby, saya memiliki kegemaran membaca, mendengarkan musik, dan bermain game. Buku yang biasa saya baca adalah buku-buku pembangun motivasi, novel, serta buku-buku yang mengkaji tentang keislaman. Musik yang paling saya suka adalah musik barat yang bergenre Jazz. Saya lebih memilih musik barat dibanding musik lokal Indonesia, alasannya sederhana, semata-mata hanya untuk belajar bahasa Inggris. Kita semua tahu bahwa kemampuan berbahasa asing terutama bahasa inggris sangat dibutuhkan pada zaman globalisasi seperti sekarang ini. Namun begitu, saya bukanlah orang yang pandai dalam bernyanyi dan memiliki suara emas, saya hanya gemar mendengarkan musi tapi bukanlah seorang penyanyi yang handal.
Saya juga gemar dunia olahraga, seperti bulutangkis yang merupakan olahraga nomor satu di Indonesia. Dan juga sepakbola, yang merupakan cabang olahraga yang paling digemari di dunia. Saya mempunyai klub sepakbola favorit yaitu FC Barcelona dari Negeri Matador Spanyol.
Kemudian untuk tokoh yang paling saya kagumi. Saya sebenarnya memiliki banyak tokoh yang menjadi inspirator dan motivator dalam hidup saya. Namun satu yang selalu di hati saya setelah Rasulullah SAW (Idola semua manusia) yakni kedua orang tua saya. Beliau adalah salah satu motivator yang berpengaruh besar dalam hidup saya sehingga saya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik hingga detik ini.
            Kedepannya saya ingin kuliah dengan serius, bisa menjadi sarjana tepat pada waktunya, bekerja di bidang yang saya suka dan kuasai. Apabila Allah SWT mengizinkan, saya ingin melanjutkan kuliah S-2 dan S-3, dan menjadi dosen dan ahli dalam bidang ilmu matematika. Semoga itu semua bukan hanya harapan semata, tetapi kelak akan terwujud      di kehidupan nyata. Saya ingin menjadi kebanggaan orang tua, saudara, bahkan negara ini serta menjadi seorang pemimpin rumah tangga yang baik untuk istri dan anak-anak saya di masa yang akan datang. Saya selalu berusaha menjadi pemuda yang baik di mata Allah SWT, orang tua dan masyarakat. Sampai ketika saya sudah tidak berada di dunia inipun, saya ingin nama saya dikenang baik.

Thursday, 3 April 2014

Halo sahabat  ! Akhirnya kita bertemu lagi :) hahahay
Oke... sekarang Rais ingin share "10 Tips Agar Lulus Ujian Nasional" hehehe ini artikel pendidikan :)
nah, sekarang langsung saja nih tips nya..


1. Belajar Maksimal, Namun Tetap Rileks

Cara yang pertama ini adalah sebagai langkah memulai untuk memutar memori pelajaran yang telah tersimpan dalam syaraf otak. Sehingga belajar yang maksimal dan rileks menjadi pekerjaan rutin sebagian siswa yang akan menempuh ujian nasional.

2. Belajar Berkelompok Sebelum Menempuh Ujian

Tips ini sangat efektif jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan fokus. Karena salah satu langkah ini dapat membuat kita lebih mengetahui apa yang telah teman kita ketahui terlebih dahulu dalam bidang tertentu.

3. Membuat Referensi Pelajaran

Pelajaran yang lalu pasti ada saja yang kita lupakan. Resume atau rangkuman adalah salah satu cara untuk mengembalikan semua pelajaran yang kita agak lupa. Bahkan cara ini dapat kita lakukan dalam setiap pelajaran yang kita anggap menyulitkan kita.

4. Mempersiapkan Segala Yang Dibutuhkan Saat Ujian

Alat tulis menjadi hal utama dalam menjalankan ujian. Seperti pensil khusus, papan jalan serta penghapus. Karena tidak mungkin kita dapat sukses melaksanakan ujian tanpa alat tulis.

5. Hindari Pekerjaan Berat

Pekerjaan yang memungkinkan menggangu konsentrasi anda saat menjelang ujian sangat berpengaruh dalam konsentrasi pola pikir anda karena secara langsung otak menyerap dua tenaga yang berlawanan antara memori dan beban.

6. Melakukan Uji Wawasan Diri Sendiri

Tips yang tidak perlu diragukan lagi keampuhannya, karena dengan menguji wawasan anda dalam mata pelajaran yang akan di ujikan dalam UN, akan membuat anda semakin percaya diri ketika menghadapi soal ujian yang sebenarnya.

7. Hindari Cara Melakukan Kecurangan

Banyak cara dalam menempuh kesuksesan dalam ujian. Salah satunya adalah melakukan kecurangan (Mencontek), namun hal ini akan membuat anda bingung dan membuang tenaga karena dengan mencontek pada catatan yang anda buat sebelumnya ataupun anda mencontek kepada teman anda akan butuh membuang memori kerja otak dan tenaga 3 kali lipat dari pada anda mengerjakan dengan usaha dan kemampuan anda sendiri. Jadi, hindari kegiatan contek mencontek dalam pelaksanaan ujian.

8. Berdoa Dan Memohon Agar Pikiran Anda Tenang Dan Terang

Satu hal yang biasa kita lakukan sebelum melakukan aktivitas apaun yakni berdoa. Berdoa atau memohon kepada Tuhan adalah hal yang sangat positif yang dapat menambah rasa percaya diri. So! Jangan lupa anda berdoa sebelum dan sesudah mengerjakan soal ujian.

9. Memohon Restu Kepada Orang Tua, Keluarga, Dewan Guru dan Teman-Teman

Memohon restu kepada semua orang yang telah mendukung kita dapat membuat hati menjadi lebih tenang dan tidak akan merasa tegang ketika menghadapi para pengawas, soal ujian dan kepastian. Salah satu tips ini harus dilakukan oleh siapa saja yang akan menghadapi ujian, karena terbukti ampuh menyalakan rasa tanggung jawab akan jawaban yang telah dijawab.

10. Memperbanyak Ibadah Kepada Allah SWT

Mungkin dari sekian tips, ini adalah tips yang wajib dilakukan. Karena hanya kepada Allah SWT kita pasrah dan menyerahkan segalanya kepada-Nya. Bahkan keajaiban yang akan di munculkan oleh Allah SWT kepada siapa yang taat dan patuh serta selalu menyebut nama-Nya.

Demikianlah beberapa tips yang dapat kami sampaikan khususnya kepada para siswa yang akan melaksanakan ujian nasional tahun pelajaran 2011/2012 dan umumnya kepada kita semua. Tiada maksud untuk menggurui melainkan hanya saling menasehati. Dan kami ingatkan kembali, bahwa kesuksesan dalam suatu pekerjaan apapun tidak akan dapat diraih tanpa doa, usaha, yakin serta ikhtiyar yang maksimal.


Oke cukup sampai sini, semoga artikel ini sangat sangat bermanfaat untuk anda agar lulus UN :)
#Jangan Lupa Tinggalkan Kommentar Sob :) Thanks...

~ Selamat Meraih Kesuksesan ~
Hey Kamu, Iya Kamu yang pasti lagi sebel karena Jerawatan, iya aku memahami itu makanya pada kesemapatan kali ini aku Mencoba untuk membagikan kepada kamu mengenai Cara Menghilangkan Jerawat yang bisa di lakukan dengan bahan-bahan alami yang sudah kami post di artikel-artikel sebelumnya yang mana, udah aku bahas secara mendalam mengenai Kelasifikasi dan juga ciri-cirinya, nanti aku berikan link-linknya ya, Jadi tenang aja Teman-teman pembaca blog Khasiat Daun Alami ini.

Cara Menghilangkan Jerawat
Ilustrasi Jerawatan

Eh ngomong-ngomong ini penulis kok jadi Lain banget ya gaya bahasanya,hahah.
Ya iyalah wong ini Artikel untuk remaja ya adminya coba untuk belajar menyesuaikan artikelnya dengan para pengunjungnya, kan adminya udah tau siapa yang akan masuk atau membaca Tips untuk Menghilangkan Jerawat ini, Iya Pasti kamu, Iya kamu anak remaja yang lagi Galau karena Mulai tumbuh Jerawatnya,xixi
Jangan-jangan itu JERAWAT CINTA, Cie Cie Cie yang udah muali jatuh Cinta ya :D
Ops, mari kita lanjut untuk Membahas tuntas mengenai Cara Mengobati Jerawat Secara Alami di Bawah ini.

Tips Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami

1.Cara Mengobati Jerawat Dengan Putih Telur
Caranya yaitu, pisahkan kuning telur dan ambil putih telurnya saja. Kocok sebentar lalu oleskan ke wajah dan diamkan selama 15 menit. Putih telur ini akan membantu mengurangi minyak di wajah yang seringkali menyebabkan timbulnya jerawat.

2.Cara Mengobati Jerawat Dengan Pasta Gigi
Satu hal yang perlu diingat disini pasta gigi yang digunakan adalah yang bentuknya pasta(seperti Pepsodent) bukan yang bentuknya gel(seperti Close Up). Caranya hampir sama denga kedua cara di atas. Oleskan pasta gigi ke jerawat dan bagian lain di sekitar jerawat tersebut sebelum tidur. Biarkan semalaman/sampai pagi kemudian bilas dengan air bersih.

3.Cara Mengobati Jerawat Dengan Tomat
Buah yang satu ini selain bagus untuk kesehatan mata juga cukup efektif menghilangkan komedo hitam(blackheads). Yang pertama harus dilakukan adalah mengiris tomat menjadi dua lalu oleskan ke seluruh wajah yang berjerawat dan biarkan selama 15 menit – 1 jam kemudian bilas. dan makanlah untuk perawatan dari dalam.

4.Cara Mengobati Jerawat Dengan Lidah Buaya
 Perhatian jangan gunakan lidah yang asli dari mulut buaya, he,, Ambil satu daun lidah buaya, potong beberapa bagian, kelupas kulit luarnya, oleskan di bagian yang muncul jerawat, dan ulangi melakukan cara ini tiap pagi dan sore. Jika kalian cukup telaten, jerawat mungkin akan dapat mongering dan mengelupas selama 3 hari. Selain itu lidah buaya juga mampu menghilangkan bekas jerawat yang membandel. Sekali lagi kuncinya hanya satu, telaten.!!

5.Cara Mengobati Jerawat Dengan Bawang Putih
Ada dua pilihan dalam menggunakan bawang putih untuk menghilangkan jerawat. Pertama dengan menumbuk dua atau lebih bawang putih hingga cukup halus lalu dioleskan ke bagian wajah yang berjerawat. Diamkan selama 10 menit lalu bilas. Sedangkan cara kedua adalah dengan memakan satu atau lebih bawang putih setiap hari.
Banyak yang mengatakan kedua cara ini cukup efekktif, namun bagi kalian yang tidak menyukai bau bawang putih mungkin lebih baik menempuh cara yang lain. Jangan khawatir masih banyak cara alami lainnya yang akan saya jelaskan di bawah ini.

6.Cara Mengobati Jerawat Dengan Selalu Bersihkan Wajah
Selalu rawat kebersihan wajah setiap hari dari kotoran dan debu dijalan. Untuk kita yang selalu aktif dan berurusan dengan debu dijalan, maka rajin-rajinlah membersihkan muka sebelum atau sesudah beraktifitas. Sebagai konsumsi dari dalam, maka perbanyaklah makan sayuran dan minum air putih. Buat yang gak suka sayur.!, maka buah yang mengandung air dapat menjadi alternatif dalam merawat wajah dari dalam. Karena kandungan yang terdapat dalam buah dan sayuran sangat diyakini bisa menjadikan wajah kita lebih bersih dan berseri.
KOMPAS.com — Sebuah studi terbaru menemukan bagaimana seseorang bisa memiliki rasa takut dengan matematika. Kecemasan terhadap matematika ternyata bisa disebabkan oleh dua hal.

Pertama, karena pengalaman negatif. Beberapa orang memiliki ketakutan terhadap berbagai jenis hitungan yang berhubungan dengan angka karena ia memiliki pengalaman negatif, misalnya menerima hukuman yang sangat berat karena ia kurang bisa dalam bidang matematika.

Kedua, adalah karena faktor genetika. “Kami menemukan bahwa ketakutan terhadap matematika karena faktor genetik ada dua jenis, yaitu kecemasan secara umum dan keterampilan seseorang dalam matematika,” kata Zhe Wang, seorang peneliti dari fakultas psikologi di The Ohio State University.

Namun, hasil penelitian ini tidak semata-mata menyalahkan faktor genetik dalam kasus ketakutan terhadap matematika. Para peneliti menekankan bahwa faktor genetik hanya memiliki pengaruh sekitar 40 persen, yang bisa membuat seseorang memiliki ketakutan matematika.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah lingkungan, baik di sekolah, dan rumah. Pengalaman yang dialami seseorang bisa memberikan pengaruh terhadap kemampuannya dalam bidang matematika.

“Jika Anda memiliki ketakutan matematika secara genetik, ditambah lagi dengan pengalaman buruk di kelas matematika, maka hal itu bisa membuat Anda semakin sulit belajar matematika. Ini merupakan kasus yang memerlukan perhatian khusus agar orang bisa mengatasi ketakutannya tersebut,” jelas Stephen Petrill, seorang profesor fakultas psikologi di The Ohio State University.

Untuk mengatasi hal tersebut, mungkin Anda memerlukan bantuan psikolog supaya Anda bisa memiliki respons yang baik terhadap matematika.
Sumber :

set : the subset

SET : THE SUBSET

I.                   DEFENITION OF THE SET
The set is a collection of objects or element of a kind clearly , so that the object can be determined precisely which includes the set and which are not included in the set. The meaning is clearly defined can be determined unequivocally object or any object that is included and not included in a set are known. Objects that are included in the set are called members, object, or elements of a set. For further used the term member or element. Based on the above definition, it is a collection or group of objects or object is not necessarily a set.

Example of Set :
·         A = {Set of students majoring in mathematics education University of Muhammadiyah Makassar}.
·         B = {The set of children aged under 10 years}.
Example of not Set :
·         Set of beautiful girls.
·         Set of long-haired men.

II.                SUBSET
To understand the definition of subsets, consider the following example :
Let B be the set of students at your school and set A is the set of students in your class . Of the two sets can be seen that all the members of set A are members of set B. Relationship between A and B is called a subset . In general , the subsets are defined as follows .

 “The set A is a subset of set B if and only if every element of A is an element of B”. Notation : A B or A B.

Consider the following example .
From the diagram above, given the set A = { a, b, c} and set B = { a, b, c, d, e } . Set A = { a, b, c } is a subset of the set B = { a, b, c, d, e } for all the set A , ie 1 and 2 is in the set B. A set is a subset of B and is written A Ì B.
For any set A apply the following matters :
1)      A is a subset of A itself (ie, A A).
2)      The empty set is a subset of A ( A).
3)      If A Í B and B Í C, then A Í C

  1. A and A  Í  A, then and A is called the set of real part (improper subset) of the set A.
  2. A Í B and B is different from A Ì B.
  • A Ì B: A is a subset of B but A ¹ B. A fact is a subset (proper subset) of B. Example: {1} and {2, 3} is a proper subset of {1, 2, 3}
  • A Í B: used to indicate that A is a subset (subset) of B that allows A = B. Example: A = {1, 2, 3}, then {1, 2, 3} and Æ is improper subset of A.
III.             NUMBERS OF SUBSET
To determine the number of subsets of a set to consider the following table  :

SET
NUMBERS OF SET
SUBSET
NUMBERS OF SUBSET
A= {1}
N (A) = 1
{ }, {1}
2 = 21
A= {1, 2}
N (A) = 2
{ }, {1}, {2}, {1,2}
4 = 22
A= {1, 2, 3}
N (A) = 3
{ }, {1}, {2}, {3}, {1, 2}, {1, 3}, {2,3}, {1, 2, 3}
8 = 23
A= {1,2,3,…}
N (A) = n
{ }, {1}, {2}, {3,}, ….
{1, 2, 3,…}
2n

Refers to table above, appears that there is relationship about numbers of set and the numbers of subset the set. Thus, can be concluded : the numbers of subset from the set is 2n, when n is the numbers of set.
Example :
  1. Fill in the blanks below with the notation Í or Ì .
a.{1, 2} ... {1, 2}
b.{1, 2} ... {1, 2, 3}
c.{3, 4, 5} ... {3, 4, 5}  
d. {4} ... {4, 5, 6 }
Answer :
a.       {1, 2} Í {1, 2}
b.      {1, 2} Ì {1, 2, 3}
c.       {3, 4, 5} Í {3, 4, 5}  
d.      {4} Ì {4, 5, 6}
2.      Given the set K = {the letters making up the word "MANTAN"}
a.       Define a subset of K which has two members.
b.      Define a subset of K which has three members.
c.       Define a subset of K which has four members.
Answer:
K         = {the letters making up the word "MANTAN"}
= {M, A, N, T, A, N}
a.       Subsets of K which has two members is {M, A}, {M, N}, {M, T}, {A, N}, {A, T}, {N, T}.
b.      Subsets of K which has three members is {M, A, N}, {M, N, T}, {M, A, T}, {A, N, T}.
c.       Subsets of K which has four members is {M, A, N, T}.

REFERENCES

Cholik A, M. 2004. Matematika Untuk SMP/MTs VII .Jakarta : Erlangga
Wagio, A. 2008. Pegangan Belajar Matematika SMP/MTS VII. Jakarta : Depdiknas
Wiranti, Atik. 2008. Contextual Teaching and Learning Matematika SMP/MTS 1.
Jakarta : Depdiknas
http://id.wikipedia.org/wiki/Himpunan_(matematika)
http://www.google.com/url?q=http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/


Thursday, 5 December 2013


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”PERMASALAHAN PENDIDIKAN”.
Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.
Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Makassar, 10 Desember 2013



Penyusun













BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latarbelakang Masalah
Indonesia semakin hari kualitasnya makin rendah. Berdasarkan Survey United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), terhadap kualitas pendidikan di Negara-negara berkembang di Asia Pacific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangkan untuk kualitas para guru, kulitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang.
Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Kelemahan paran pendidik kita, mereka tidak pernah menggali masalah dan potensi parasiswa.
Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Itu harus dilakukan sebab pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan.
Selain kurang kreatifnya para pendidik dalam membimbing siswa, kurikulum yang sentralistik membuat potret pendidikan semakin buram. Kurikulum hanya didasarkan pada pengetahuan pemerintah tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat. Lebih parah lagi,pendidikan tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. Ini salahnya, kurikulum dibuat di Jakarta dan tidak memperhatikan kondisi di masyarakat bawah. Jadi, para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, padahal lapangan pekerjaan yang tersedia terbatas. Kualitas pendidikanIndonesia sangat memprihatinkan. Berdasarkan analisa dari badanpendidikan dunia (UNESCO), kualitas para guru Indonesia menempati peringkat terakhir dari 14 negara berkembang di Asia Pacifik. Posisi tersebut menempatkan negeri agraris ini dibawah Vietnam yang negaranya baru merdeka beberapa tahun lalu. Sedangkan untuk kemampuan membaca, Indonesia berada pada peringkat 39 dari 42 negara berkembang di dunia. Lemahnya input quality, kualitas guru kita ada diperingkat 14 dari 14 negara berkembang. Ini juga kesalahan negara yang tidak serius untuk meningkatkan kualitaspendidikan. Dari sinilah penulis mencoba untuk membahas lebih dalam mengenai pendidikan di Indonesia dan segala dinamikanya.
B.     Rumusan Masalah
Dari uraian di atas dilihat begitu kompleksnya permasalahan dalam pendidikan yang ada di Indonesia. Oleh karena itu Penulis membatasi beberapa masalah dalam penulisan makalah dengan “Masalah-masalah mendasar pendidikan di Indonesia, Kualitas pendidikan di Indonesia, dan Solusi Pendidikan di Indonesia”.
C.     Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.      Tujuan
Sesuai dengan pembatasan masalah di atas, maka tujuan penulisan adalah untuk mengetahui masalah-masalah apa saja yang terjadi pada pendidikan di Indoensia yang dillihat dari kualitas pendidikannya semakin hari semakin menurun.

2.      Manfaat
Dari penulisan ini diharapkan mendatangkan manfaat berupa penambahan pengetahuan serta wawasan penulis kepada pembaca tentang keadaan pendidikan sekarang ini sehingga kita dapat mencari solusinya secara bersama agar pendidikan di masa yang akan dapat meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas yang diberikan.
























BAB II
PEMBAHASAN

I.         PERMASALAHAN PENDIDIKAN DAN PENANGGULAGANNYA
Sistem pendidikan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sosial budaya masyarakat sebagai supra-sistem. Pembangunan sistem pendidikan tidak memiliki arti apa-apa, jika tidak sinkron dengan pembangunan nasional. Kaitan yang erat antara bidang pendidikan sebagai sistem dengan sistem dengan sistem sosial. Budaya sebagai supra-sistem tersebut, dimana sistem pendidikan menjadi bagiannya,  menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga permasalah interen sistem pendidikan itu menjadi sangat kompleks. Artinya suatu permasalah interen dalam sistem pendidikan selalu ada kaitannya dengan masalah-masalah di luar sistem pendidikan. Misalnya masalah mutu hasil belajar suatu sekolah tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial budaya dan dan ekonomi masyarakat disekitarnya, dari mana murid sekolah tersebut berasal, serta masih banyak lagi faktor-faktor lainnya di luar sistem persekolahan yang berkaitan dengan mutu hasil belajar.
Berasarkan kenyataan tesebut, maka penanggulangan masalah  pendidikan juga sangat kompleks, menyangkut banyak komponen antara pihak yang terkait.
Pada dasarnya ada dua masalah pokok yang dihadapi oleh dunia pendidikan di tanah air kita dewasa ini, yakni :
a.       Bagaimana semua warga negara dapat menikmati kesempatan pendidikan,
b.      Bagaimana pendidikan dapat membekali peserta didik keterampilan kerja yang mantap untuk dapat terjun ke dalam kancah kehidupan masyarakat.
Yang pertama mengenai masalah pemerataan dan yang kedua adalah masalah mutu , relevansi dan juga efisiensi pendidikan.
A.      JENIS PERMASALAHAN POKOK PENDIDIKAN
            Masalah pokok pendidikan yang telah menjadi keepakatan nasional yang perlu diprioroitaskan penanggulangannya. Masalah yang dimaksud itu, adalah :
1.      Masalah pemerataan pendidikan
2.      Masalah mutu pendidikan
3.      Masalah efisiensi pendidikan
4.      Masalah relevansi pendidikan.

1.      MASALAH PEMERATAAM PENDIDIKAN
Dalam melaksanakan fungsinya sebagai wahana untuk memajukan bangsa dan kebudayaan nasional , pendidikan diharapkan dapat menyediakan kesempatan yang seluas – luasnya bagi seluruh warga negara Indonesia untuk memperoleh pendidikan.Masalah pemerataan pendidikan adalah masalah bagaimana sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas – luasnya kepada seluruh warga negara untuk memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pembangunan sumberdaya manusia untuk menunjang pembangunan.
Masalah pemerataan pendidikan timbul apabila masih banyak warga negara, khususnya usia anak sekolah tidak dapat ditampung di dalam sistem atau lembaga pendidikan karena kurangnya fasilitas pendidikan yang tersedia.
Masalah pemerataan pendidikan di pandang penting karena jika anak-anak usia sekolah memperoleh kesempatan belajar pada SD, maka mereka memiliki bekal dasar berupa kemampuan membaca, menulis dan berhitung, sehingga mereka dapat mengikuti perkembangan kemajuan melalui berbagai media massa dan sumber belajar yang tersedia, baik mereka itu nantinya berperan sebagai produsen maupun konsumen. Dengan demikian mereka tidak terbelakang dan menjadi penghambat derap pembangunan.
A.     Pemecahan Permasalahan Pemerataan Pendidikan
Banyak macam masalah yang telah dan sedang dilaksanakan oleh pemerintah untuk meningkatkan pemerataan pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, langkah – langkah ditempuh melalui cara konvensional dan cara inovatif.
·         Cara konvensional, antara lain :
a.       Membangun gedung sekolah, seperti SD inpres dan atau ruang belajar,
b.      Menggunakan gedung sekolah untuk double shift (sistem bergantian).
Sehubungan dengan itu yang perlu digalakkan, utamanya untuk pendidikan dasar adalah membangkitkan kemauan belajar bagi masyarakat/keluarga yang kurang mampu agar mau menyekolahkan anaknya.
·         Cara inovatif, antara lain :
a.       Sistem pamong (pendidikan oleh masyarakat, orangtua dan guru) atau INPACT (instructional management by parent, community and Teacher).Sistem tersebut dirintis di Solo dan didesiminasikan ke beberapa provinsi.
b.      SD kecil pada daerah terpencil,
c.       Sistem Guru Kunjung,
d.      SMP Terbuka ( ISOSA-In School out of School Aproach ),
e.       Kejar paket A dan B,
f.       Belajar Jarak jauh seperti Universitas terbuka.

Mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil pendidikan belum mencapai taraf seperti yang diharapkan, penetapan mutu hasil pendidikan, penetapan dilakukan oleh lembaga penghasil luaran, dengan sistem setifikasi. Selanjutnya jika luaran tersebut terjun ke lapangan kerja penilaian  dilakukan oleh lembaga pemakai, sebagai konsumen tenaga kerja dengan sistem  tes untuk kerja ( performance test ). Lazimnya sesudah itu masih dilakukan pelatihan/pemagangan baik calon untuk penyesuaian dengan tuntutan persyaratan kerja di lapangan.
Jadi mutu pendidikan pada akhirnya dilihat pada kwalitas luarannya. Jika tujuan oendidikan nasional dijadikan kriteria, maka pertanyaannya adalah: apakah luaran dari satu sistem pendidikan menjadi pribadi yang bertaqwa, mandiri dan berkarya, anggota masyarakat yang sosial dan bertanggung jawab, warga negara yang cinta tanah air dan memiliki rasa kesetiakawanan sosial.
Dengan kata lain apakah luaran itu mewujudkan diri sebagai  manusia pembangunanyang dapat membangun dirinya dan membangun lingkungannya. Kwalitas luaran seperti itu, disebut Nurturant effect. Meskipun disadari  bahwa pada hakekatnya produk dengan ciri-ciri seperti itu tidak semata-mata hasil dari sistem pendidikan sendiri. Tetapi jika terdapat produk seperti  itu sistem pendidikan dianggap mempunyai andil yang cukup, yang tetap menjadi persoalan adalah bahwa cara pengukuran mutu produk tidak mudah. Berhubung dengan sulitnya pengukuran terhadap produk tersebut, maka jika orang berbicara tentang mutu pendidikan, umumnya hanya mengasosiasikan dengan hasil belajar yang dikenal sebagai EBTA, EBTANAS, UAS, SIPENMARU, karena ini yang mudah diukur. Hasil ujian tersebut itu dipandang sebagai gambaran tentang hasil pendidikan.
Padahal hasil belajar  yang bermutu hanya mungkin dicapai melalui proses belajar yang bermutu. Jika proses belajar  tidak optimal sangat sulit diharapkan terjadinya hasil belajar yang bermutu. Jika terjadi belajar yang tidak optimal akan menghasilkan skor ujian yang baik, maka hampir dapat dipastikan bahwa hasil belajar tersebut adalah semu. Ini berarti bahwa pokok permasalahan mutu pendidikan lebih terletak pada masa pemrosesan pendidikan. Selanjutnya kelancaran pemrosesan pendidikan ditunjang oleh komponen pendidikan yang terdiri peserta didik, tenaga kependidikan,  kurikulum, sarana pembelajaran, bahkan juga masyarakat sekitar.
Seberapa besar dukungan tersebut diberikan oleh komponen pendidikan, sangat bergantung pada kualitas komponen  dan kerjasama serta mobilitas komponen yang mengarah kepada pencapaian tujuan. Sebagai misal komponen sarana pembelajaran lengkap, tetapi tidak didukung oleh guru-guru yang terampil, maka sumbangan sarana tersebut pada pencapaian tujuan tidak akan optimal. Tentang hal ini sudah dipaparkan secukupnya pada butir terdahulu, yaitu pada sistim pendidikan.
Mas lah mutu pendidikan juga mencakup masalah pemerataan mutu. Di dalam TAP MPR 1988 tentang GBHN, dinyatakan bahwa titik berat pembangunan pendidikan diletakkan pada penimgkatan mutu setiap jenjang dan jenis pendidikan, sedangkan dalam rangka penimgkatan mutu pendidikan khususnya untuk memacu penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, perlu lebih disempurnakan dan ditingktkan pengajaran ilmu pengetahuan alam dan matematika,(BP-7, 1989). Umumnya kondisi mutu pendidikan di seluruh pelosok tanah air (kota/desa) mengalami peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan situasi dan kondisinya masing-masing.

B.     Pemecahan Pemerataan Mutu Pendidikan
Upaya pemecahan masalah mutu pendidikan dalam garis besarnya meliputi hal-hal yang bersifat fisik dan perangkat lunak, personalia, dan manajemen, sebagai berikut :
1.      Seleksi yang lebih raional terhadap masakan mentah, khususnya SLTA dan PT.
2.      Pengembang kemampuan tenaga kependidikan  melalui study lanjut.Latihan, penataran,seminar, kegiatan-kegiatan kelompok, studi seperti PKG dan lain-lain.
3.      Penyempurnaan kurikulum (materi yang esensial) dan mengandung muatan lokal, metode yang menantang dan menggairahkan belajar,evaluasi yang beracuan PAP
4.      Pengembangan prasarana yang menciptakan lingkungan yang tentram untuk belajar, penyempurnaan sarana belajar ,seperti buku paket, media pembelajaran dan peralatan laboratorim,
5.      Peningkatan administrasi manajemen khususnya mengenai anggaran
6.      Kegiatan pengendalian mutu berupa kegiatan-kegiatan :
a.       Laporan penyelenggaraan pendidikan oleh semua lembaga pendidikan,
b.      Supervisi dan monitoring pendidikan oleh pemilik dan pengawas.
c.       Sistem ujian nasional /negara seperti UAN, EBTANAS, SIPENMARU.
d.      Akreditasi terhadap lembaga pendidikan untuk menetapkan status suatu lembaga.

2.      MASALAH EFISIENSI PENDIDIKAN
Masalah efisiensi pendidikan mempersoalkan bagaimana suatu sistem pendidikan mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pendidkan. Beberapa masalah efisiensi pendidikan yang penting,adalah:
a.       Masalah efisiensi dalam memungsikan tenaga
Masalah ini meliputi pengangkatan, penempatan dan pengembangan tenaga. Masalah pengangkatan terletak pada kesenjangan antara stock tenaga yang tersedia dengan jatah pengangkatan yang terbatas. Pada masa 5 tahun terakhir ini, jatah pengangkatan setiap tahunnya sekitar 20% dari kebutuhan tenaga di lapangan. Sedangkan persediaan tenaga yang setiap diangkat lebih besar dari pada kebtuhan dilapangan. Dengan demikian berarti lebihdari 80% tenaga tersedia tidak difungsikan. Masalah pengembangan tenaga kependidikan di lapangan biasanya terlambat, khususnya pada saat menyongsong hadirnya kurikulum baru.

b.      Masalah efisiensi dalam penggunaan sarana dan prasarana
Penggunaan sarana dan prasarana pendidikan yang tidak efisiensi bisa terjadi antara lain sebagai akibat kurang matangnya perencanaan dan juga karena perubahan kurikulum. Perubahan sering membawa akibat tidak dipakainyalagi buku siswa pegangan guru beserta perangkat lainnya, karena harus diganti dengan buku-buku yang baru. Misalnya perubahan kurikulum 1975/1976 digantikan dengan kurikulum 1984 bahkan sementara buku baru belum rampung disiapkan, kurikulum sudah berubah lagi yaitu dengan munculnya kurikulum 1994.sebab bagaimana pun juga pembaharuan kurikulum merupakan tindakan antisipasi terhadap pemberian bekal bagi calon iuran sesuai dengan tuntunan zaman.

3.      MASALAH RELEVANSI PENDIDIKAN
Masalah relevansi pendidikan mencakup sejauh mana sistem pendidikan dapatmenghasilkan iuran sesuai dengan kebutuhan pembangunan, yaitu masalah-masalah seperti digambarkan dalam rumusan tujuan pendidikan nasional.
Iuran pendidikan diharapkan dapat mengisi semua sektor pembangunan yang beraneka ragam sektor produksi, sektor jasa dll. Baik dari segi jumlah maupun segi kualitas. Kriteria relevansi seperti yang dinyatakan tersebut cukup ideal jika dikaitkan dengan kondisi sistem tersebut pendidikan pada umumnya dan gambaran tentang pekerjaan yang ada antara lain, sebagai berikut:
1.      Status lembaga pendidikan sendiri masih bermacam-macam kualitasnya,
2.      Sistem pendidikan tidak pernah menghasilkan iuran siap pakai, yang ada adalah siap kembang/latih.
3.      Peta kebutuhan tenaga kerja dengan persyaratan yang dapat digunakan sebagai pedoman oleh lembaga-lembaga pendidikan untuk menyusun program tidak tersedia.



II.                FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERKEMBANGNYA MASALAH PENDIDIKAN

Permasalahan pokok pendidikan sebagaimana telah diutarakan pada butir B dan C di atas merupakan masalah pembangunan mikro, yaitu masalah-masalah yang berlangsung didalam sistem pendidikan sendiri. Masalah makro berupa antara lain masalah perkembangan internasional, masalah demografi, masalah politik, ekonomi,sosial budaya, masalah perkembangan regional.
Uraian selanjutnya akan mengemukakan masalah-masalah makro yang merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan masalah pendidikan, yaitu:
a.       Perkembangan iptek
Terdapat hubungan erat antara pendidikan dengan iptek. Ilmu pengetahuan merupakan hasil eksploitasi sacera sistematis dan terorganisir mengenai alam semesta, dan teknologi adalah penerapan yang direncanakan dari ilmu pengetahuan untuk memenuhi hidup masyarakat. Suatu teknologi baru digunkan dalam suatu proses produksi menimbulkan kondisi ekonomi sosial baru lantaran perubahan persyaratan kerja atau jam kerja,kebutuhan bahan-bahan baru, sistem pelayanan baru, sampai berkembangnya gaya hidup yang baru. Semua perubahan tersebut tentu membawa masalah dalam skala nasional yang tidak sedikit memakan biaya. Hal ini sudah disinggung dalam butir 3 masalah efisiensi pendidikan tentang perubahan kurikulum.

b.      Perkembangan Seni
Kesenian adalah merupkan aktivitas berkreasi manusia secara individual atau kelompok menghasilkan sesuatu yang indah,Barksenian mejadi kebutuhan hidup manusia. Melalui kesenian manusia dapat menyalurkan dorongan berkreasi( mencipta) yang bersifat orisinal (bukan tiruan) dan dorongan spontanitas dalam menemukan keindahan. Seni membutuhkan pengembangan.
Dilihat dari segi tujuan pendidikan yaitu terbentuknya manusia seutuhnya, aktivitas kesenian mempunyai  adil yang besar, karena dapat mengisi pengembangan domain afektif khususnya emosi yang positif  dan konstruktif serta keterampilan disamping domain kongnitif yang sudah digarap melalui program/bidang studi lain.
Dilihat dari lapangan kerja, dewasa ini dunia seni dengan segenap cabangnya telah mengalami perkembangan pesat dan semakin mendapat tempat dalam kehidupan masyarakat.

1.      Laju Pertumbuhan Penduduk.
Masalah kependudukan dan kependidikan bersumber pada dua hal, yaitu :
a.       Pertambahan penduduk.
Pertambahan penduduk gambarannya sebagai berikut:
Dari sekarang hingga abad XXI, terus menerus akan terjadi pertambahan penduduk, meskipun gerakan keluaga berencana beberapa waktu yang lalu berhasil. Sebapnya karena kematian menurun lebih cepat (45%) dari turunnya tingkat kelahiran(35%). Hal tersebut juga mengakibatkan berubahnya susunan umur penduduk. Dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka penyeddian sarana dan prasarana pendidikan beserta  komponen penunjang  terselenggaranya pendidikan harus ditambah. Dan ini berarti beban pembangunan nasional menjadi bertambah. Pertambahan penduduk yang dibarengi dengan meningkatnya usia rata-rata,b penurunan angka kematian, mengakibatkan berubahnya strutur kependudukan, yaitu propinsi penduduk usia lanjut,angkatan kerja, dan penduduk usia tua meningkat berkat kemajuan dibidang gizi dan kesehatan.

b.      Penyebaran Penduduk.
Penyebaran penduduk diseluruh pelosok tanah air tidak merata.Ada daerah yang padat penduduk terutama di kota-kota besar dan daerah yang penduduknya jarang, yaitu didaerah pedalaman kh ususnya didaerah terpencil yang berlokasi pegunungan dan pulau-pulau. Sebaran penduduk ini   menimbulkan kesulitan dalam penyediaan sarana pendidikan. Sebagai contoh adalah dibangunnya SD kecil untuk melayani kebutuhan akan pendidikan didaerah terpencil pada pelita V, disamping SD yang reguler. Belum lagi kesulitan dalam penempatan guru. Peristiwa ini menimbulkan pola yang dinamis dan labil yang lebih menyulitkan perencanaan penyediaan saran pendidikan.

2.      Aspirasi masyarakat
Dalam dua dasawarsa terakhir ini aspirasi masyarakat dalam banyak hal meningkat khususnya aspirasi terhadap pendidikan. Orang mulai meihat bahwa untuk hidup yang lebih layak dan sehat harus ada pekerjaan tetap yang menopang, dan pendidikan memberi jaminan untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan menetap itu. Sebagain akibat dari meningkatnya aspirasi terhadap pendidikan itu maka orangtua mendorong anaknya memperoleh pekerjaan yang lebih baik daripada orangtuanya sendiri. Sehingga gejala yang timbul yaitu membanjirnya pelamr pada sekolah-sekolah. Arus pelajar menjadi meningkat.  Di kota-kota disamping pendidikan formalmulai bermunculan beraneka ragam pendidikan non-formal. Namun demikian tidak berarti bahwa aspirasi terhadap pendidikn harus diredam, justru sebaliknya harus tetap dibangkitkan dan ditingkatkan, utamanya pada masyarakat yang belum maju dan masyarakat diderah terpencil, sebab aspirasi menjadi motor penggeak roda kemajuan.






















BAB III
PENUTUP

A.     Simpulan
Banyak sekali faktor yang menjadikan rendahnya kualitaspendidikan di Indonesia. Faktor-faktor yang bersifat teknis diantaranya adalah rendahnya kualitas guru, rendahnya sarana fisik, mahalnya biaya pendidikan, rendahnya prestasi siswa, rendahnya kesejahteraan guru, rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan, kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan. Namun sebenarnya yang menjadi masalah mendasar dari pendidikan di Indonesia adalah sistempendidikan di Indonesia itu sendiri yang menjadikan siswa sebagai objek, sehingga manusia yang dihasilkan dari sistem ini adalah manusia yang hanya siap untuk memenuhi kebutuhan zaman dan bukannya bersikap kritis terhadap zamannya. Maka disinilah dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan mesyarakat untuk mengatasi segala permasalahan pendidikan di Indonesia.
B.     Saran
Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan kesistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. Salah satu cara yang harus di lakukan bangsa Indonesia agar tidak semakin ketinggalan dengan negara-negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya terlebih dahulu.
Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional.











DAFTAR PUSTAKA
Pidarta, Prof. Dr. Made. 2004. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.
sayapbarat.wordpress.com/2007/08/29/masalah-pendidikan-di-indonesia.


Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!