Showing posts with label abdul rais. Show all posts
Showing posts with label abdul rais. Show all posts

Wednesday, 9 April 2014


DESKRIPSI DIRI

Perkenalkan nama saya Abdul Rais P. Orang yang saya kenal biasa memanggil dengan sebutan Rais. Saya dilahirkan di Kelurahan Mawang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa oleh pasangan Paharu dan Hajrah pada tanggal 05 Februari 1995, yang tanpa diduga sama dengan tanggal kelahiran beberapa pemain sepakbola ternama seperti Neymar, Tevez, dan bahkan Ronaldo. Saya dilahirkan sebagai anak kedua dari dua bersaudara. Kakak saya bernama Syamsuddin dilahirkan 10 tahun sebelum saya, yang telah mempunyai seorang istri bernama Wahyuni Bahsur.
            Saya dilahirkan dan dibesarkan di Kabupaten gowa, tepatnya di Kecamatan Somba Opu, Kelurahan Mawang, Lingkungan Biring-Balang, yang notabene adalah tempat ayah dan ibu lahir dan dibesarkan, walaupun berbeda tempat tinggal. Selama 19 tahun ini, saya telah mengenyam pendidikan mulai dari SD Inpres Buttadidia, SMP Negeri 02 Sungguminasa, SMA Negeri 1 Bontomarannu dan saat ini sedang melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) dengan mengambil Program Studi Pendidikan Matematika. Saya memilih program studi pendidikan matematika karena saya cinta Matematika dan sebaliknya, matematika juga cinta kepada saya. Saya mengatakan matematika cinta kepada saya karena dari beberapa program studi yang saya pilih di Unismuh, matematikalah yang saya lulusi. Saya memilih Unismuh sendiri karena selain tidak lulus di PTN juga karena Unismuh bukan hanya ilmu dunia yang depelajari tetapi kita juga diajarkan bagaimana berislam dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
            Mengenai ciri-ciri fisik, wajah saya tidaklah tampan dan juga tidak jelek sama sekali. Bentuk wajah oval yang dihiasi dengan hidung mancung, mata dan bibir yang proporsional. Rambut lurus tapi juga bergelombang dengan alis yang tipis. Tinggi badan 172 cm dengan berat badan 50 Kg lumayan cukup bagi saya untuk berpadu degan kulit sawo matang ala Indonesia.
            Sebagai seorang pelajar, belajar adalah rutinitas saya. Saya adalah tipe pelajar audiovisual, yang dpat menangkap pelajaran melalui pendengaran dan penglihatan. Saya lebih senang belajar di tempat yang tenang dan tidak bising, sehinggga apa yang saya pelajari dapa terserap dan tersimpan di memori otak dengan baik.
            Mengenai sifat, saya adalah tipikal orang serius dan kadang terkesan cuek dimata teman-teman. Tetapi saya adalah orang yang selalu ingin berteman dengan siapapun. Dan mungkin kecuekan dan kedinginan itu muncul karena saya sedang serius melakukan sesuatu. Selain itu, saya juga senang membuat orang tertawa, karena menurut saya salah satu kebahagiaan di dunia ini adalah ketika kita dikelilingi oleh orang yang bahagia. Saya juga orang yang sedikit pendiam, tetapi pada situasi dan kondisi tertentu saya dapat meledak dan menggigit, setidaknya itulah yang dikatakan oleh kepala sekolah saya kala masih SD. Sedikit perfeksionis dan minimalis, itulah saya dimata saya. Intinya, sebisa mungkin saya memakai prinsip antideadline. Apa yang dapat saya kerjakan saat ini, tidak boleh menuggu sampai esok hari.
            Mengenai hobby, saya memiliki kegemaran membaca, mendengarkan musik, dan bermain game. Buku yang biasa saya baca adalah buku-buku pembangun motivasi, novel, serta buku-buku yang mengkaji tentang keislaman. Musik yang paling saya suka adalah musik barat yang bergenre Jazz. Saya lebih memilih musik barat dibanding musik lokal Indonesia, alasannya sederhana, semata-mata hanya untuk belajar bahasa Inggris. Kita semua tahu bahwa kemampuan berbahasa asing terutama bahasa inggris sangat dibutuhkan pada zaman globalisasi seperti sekarang ini. Namun begitu, saya bukanlah orang yang pandai dalam bernyanyi dan memiliki suara emas, saya hanya gemar mendengarkan musi tapi bukanlah seorang penyanyi yang handal.
Saya juga gemar dunia olahraga, seperti bulutangkis yang merupakan olahraga nomor satu di Indonesia. Dan juga sepakbola, yang merupakan cabang olahraga yang paling digemari di dunia. Saya mempunyai klub sepakbola favorit yaitu FC Barcelona dari Negeri Matador Spanyol.
Kemudian untuk tokoh yang paling saya kagumi. Saya sebenarnya memiliki banyak tokoh yang menjadi inspirator dan motivator dalam hidup saya. Namun satu yang selalu di hati saya setelah Rasulullah SAW (Idola semua manusia) yakni kedua orang tua saya. Beliau adalah salah satu motivator yang berpengaruh besar dalam hidup saya sehingga saya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik hingga detik ini.
            Kedepannya saya ingin kuliah dengan serius, bisa menjadi sarjana tepat pada waktunya, bekerja di bidang yang saya suka dan kuasai. Apabila Allah SWT mengizinkan, saya ingin melanjutkan kuliah S-2 dan S-3, dan menjadi dosen dan ahli dalam bidang ilmu matematika. Semoga itu semua bukan hanya harapan semata, tetapi kelak akan terwujud      di kehidupan nyata. Saya ingin menjadi kebanggaan orang tua, saudara, bahkan negara ini serta menjadi seorang pemimpin rumah tangga yang baik untuk istri dan anak-anak saya di masa yang akan datang. Saya selalu berusaha menjadi pemuda yang baik di mata Allah SWT, orang tua dan masyarakat. Sampai ketika saya sudah tidak berada di dunia inipun, saya ingin nama saya dikenang baik.

Saturday, 9 February 2013

Solusi Saat Sempit Rezki.


Oleh: Badrul Tamam


Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah atas Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.


Sesungguhnya rizki ada di tangan Allah semata. Dia lapangkan dan menyempitkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki. Pastinya dengan hikmah dan keadilan-Nya. Maka betatapun usaha dilakoni seseorang dalam mencari rizki, tidak diperolehnya kecuali sesuai dengan apa yang telah Allah tetapkan untuknya. Sebaliknya, betapa besar usaha orang untuk menghalangi sampainya rizki kepadanya maka rizki itu akan tetap diperolehnya sebagaimana tidak ada penghalangnya.


أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman." (QS. Al-Ruum: 37)


Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengajari zikir sesudah shalat,


اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ  

"Ya Allah, tidak ada yang bisa mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau cegah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Imam al-Thabrani meriwayatkan dalam al-Kabirnya, dari Abu Darda' Radhiyallahu 'Anhu, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam beliau bersabda,


إن الرِّزق ليَطْلب العبد أكثر مما يطلبه أجَلُه


"Sesungguhnya rizki mencari hamba lebih banyak daripada ajal mencarinya." (Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami')


Sesungguhnya jatah rizki seperti jatah umur. Tidak akan habis, jika belum sampai habis ajal. Sehingga kita tidak akan terlalu bersedih dan berduka dalam kehidupan dunia ini. Walau harus tetap berusaha dengan mempercayakan kepada Allah.


Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rizki! Ketahuilah, sesungguhnya seorang jiwa tidak akan mati kecuali telah sempurna rizkinya. Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rizki. Ambil yang halal dan tinggalkan yang haram." (Disebutkan Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah no. 2866)


Maka kewajiban hamba dalam rizki ini ada dua perkara: Pertama, mengusahakan sebab yang dibolehkan syariat untuk memperoleh rizki yang halal. Kedua, ridha dengan pembagian Allah kepadanya karena hakikat ketetapan Allah atas hamba mukmin adalah baik. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,


عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

"Sungguh menakjubkan urusan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik; ?dan itu tidak dimiliki kecuali orang mukmin. Jika ia mendapat kelapangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika mendapat kesulitan/kesusahan, ia bersyukur, maka itu baik baginya." (HR. Muslim)
Hakikat Kebahagiaan Hidup di Dunia

Perlu dipahami, hakikat kebahagiaan di dunia ini bukan semata dengan banyaknya harta. Sesungguhnya kebahagiaan itu dengan iman, qana'ah, dan ridha dengan pembagian Allah Ta'ala. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,


مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ


"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Nahl: 97)


Balasan Hayah Thayyibah berlaku pada kehidupan dunia. Bentuknya berupa tenangannya hati dan tentramnya jiwa serta tidak disibukkan dengan godaan-godaan yang memalingkan hatinya. Bentuk lainnya, Allah memberikan rizki yang halal lagi baik kepadanya dari jalan yang tak disangka-sangka.

Ali bin Abi Thalib menafsirkannya dengan qana'ah (merasa cukup dan ridha dengan pemberian Allah).


Al-Dhahak berkata, "Ia (hayah thayyibah) adalah rizki halal dan ibadah di dunia." Dalam perkataan beliau yang lain, "Ia adalah amal ketaatan dan senang dengannya." Namun yang benar menurut Ibnu Katsir, Hayah Thayyibah mencakup semua ini secara keseluruhan. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih, "Sungguh beruntung orang yang telah masuk islam, diberi rizki yang cukup, dan diberikan rasa cukup (qana'ah) oleh Allah atas apa yang telah diberikan kepadanya." (HR. Muslim, al-Tirmidzi dan Ahmad)

Saat Rizki Berkurang

Sesungguhnya dunia di sisi Allah tidak memiliki nilai lebih. Bahkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah membuat permisalan, dunia lebih hina daripada bangkai anak kambing yang cacat. Dan jika dunia itu memiliki nilai di sisi Allah seberat sayap nyamuk niscaya orang kafir tidak akan diberi minum di dunia ini. (HR. Ibnu Majah)

Maka sesuatu yang hina tidaklah layak memalingkan kita dari akhirat dan mempersipakan bekal perjumpaan dengan Allah 'Azza wa Jalla. Saat ia berkurang atau hilang tidaklah boleh menjadikan kita kehilangan harapan kenikmatan yang abadi di surga. Maka janganlah terlampau sedih dan berduka saat dunia berkurang. Jangan putus asa dan merasa menjadi orang sengsara. Lihatlah orang lain yang taraf ekonominya di bawahmu -dan jangan pandang yang di atasmu-, niscaya kamu akan mendapati nikmat Allah ada padamu. Yakinlah, jika engkau sekarang fakir maka banyak orang yang hidupnya terbebani dengan hutang-hutang. Jika jumlah harta yang ada di tanganmu sedikit, maka ketahuilah bahwa ada orang selainmu yang kehilangan harta, kesehatan, dan anaknya. Ridhalah dengan takdir Allah dalam pembagian rizki ini. Ketahuilah, Allah hanya menghendaki kebaikan untukmu dalam takdir-Nya ini.


Saat mendapati hidup yang sempit dan kekurangan rizki ada beberapa sikap yang harus diambil: Pertama, menambah sifat qana'ah.

Kedua, mengusahakan sebab rizki sambil bertawakkal kepada Allah Ta'ala.

Ketiga, melaporkan kesusahannya kepada Allah dengan berdoa dan bersimpuh di hadapan-Nya dalam shalat, khususnya pada qiyamulail di sepertiga malam terakhir. Saat itu Allah turun ke langit dunia dan menawarkan kepada para hamba-Nya: Siapa yang mau berdoa kepada-Ku niscaya aku kabulkan doanya, Siapa yang meminta kepada-Ku siscaya aku beri permintaannya, siapa yang memohon ampun kepada-Ku niscara Aku mengampuninya.


Allah 'Azza wa Jalla  berfirman,

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa." (QS. Thaahaa: 132)


Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan riwayat yang menunjukkan bahwa shalat dalam ayat di atas adalah shalat malam. Kemudian beliau berkata, "Yakni apabila kamu tegakkan shalat maka rizki akan datang kepadamu dari jalan yang tak pernah kamu sangka-sangka."


Keempat, meningkatkan taubat dan memperbanyak istighfar. Karena maksiat itu menjadi sebab sempitnya rizki dan datangnya kesulitan. Hal ini sebagaimana dikabarkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Sesungguhnya seseorang diharamkan rizki disebabkan dosa yang dilakukannya." (HR. Ahmad dan selainnya)


Allah Ta'ala berfirman tentang petuah Nabi Nuh 'alaihis salam kepada umatnya agar banyak istighfar,


فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا


"Maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai"." (QS. Nuuh: 10-12)


Allah menerangkan tentang titah Nabi Hud kepada kaumnya untuk istighfar, ia menjadi sebab bertambahnya kekuatan fisik dan turunnya rizki,


وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ


"Dan (Hud berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa"." (QS. Huud: 52)


Dalam hadits disebutkan,


 مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ


"Siapa yang kontinyu beristighfar maka Allah jadikan baginya jalan keluar dari setiap kesulitannya, kesudahan dari setiap kesedihannya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)


Selanjutnya isi kehidupan dengan ketaatan dan kebaikan. Sesungguhnya karunia Allah didapatkan dengan ketaatan dan suka berbuat baik kepada sesama. Sebaliknya kemaksiatan dan sikap buruk kepada orang merupakan sebab kesulitan dan kesusahan. Karena sesunggguhnya balasan sesuai dengan jenis amal. Wallahu Ta'ala A'lam. 

sumber : [PurWD/voa-islam.com]

Tuesday, 29 January 2013

UJI RANGSANG NEURON
Eksperimen 1 (tanpa tutup mata)
Alat dan bahan:
                                1. Penggaris
                        2.  diri sendiri
Cara kerja:
1.      Siapkan penggaris.
2.      Orang pertama yang ingin di uji jongkok, dan dibantu dengan seorang teman yang berdiri di samping kanan yang akan menjatuhkan penggaris.
3.      Jatuhkan penggaris, lalu yang ingin diuji menangkap penggaris yang jatuh tersebut.
4.      Lihatlah pada ukuran berapa penggaris tersebut ditangkap.
5.      Makin panjang penggaris tersebut ditangkap, berarti makin lambat kecepatan rangsang neuron orang tersebut.
Hasil:
NAMA
PERCOBAAN
RATA-RATA
1
2
3
Rais
13
11
14
12,7
Hailah
14
23
7
14,7
Uswa
21
17
24
20,7
Reski
19
9
17
15
Kartini
30
19
21
23,3
Rata-rata keseluruhan
17,27
Eksperimen 2 (menggunakan tutup mata)
            Alat dan bahan:
1. Penggaris
                        2. penutup mata (kain)
                        3. diri sendiri
                Cara kerja:
1.      Siapkan penggaris.
2.      Orang pertama yang ingin di uji jongkok, dan dibantu dengan seorang teman yang berdiri di samping kanan yang akan menjatuhkan penggaris.
3.      Tutup mata orang yang ingin diuji dengan kain.
4.      Jatuhkan penggaris, lalu yang ingin diuji menangkap penggaris yang jatuh tersebut.
5.      Lihatlah pada ukuran berapa penggaris tersebut ditangkap.
6.      Makin panjang penggaris tersebut ditangkap, berarti makin lambat kecepatan rangsang neuron orang tersebut.
Hasil:
NAMA
PERCOBAAN
RATA-RATA
1
2
3
Rais
2
9
3
4,7
Hailah
30
26
30
28,7
Uswah
30
18
20
22,7
Reski
30
19
21
23,3
Kartini
30
10
30
23,3
Rata-rata keseluruhan
20,54
Kesimpulan:
                Kecepatan reaksi terhadap rangsang tiap orang berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh konsentrasi tiap-tiap orang. Perbedaan eksperimen 1 dengan eksperimen 2 adalah eksperimen 1 lebih cepat responnya, karena melibatkan indra mata dan telinga. Sedangkan eksperimen 2 hanya melibatkan 1 indra. Bagi pengguna mobil hal ini sangat penting, karena kegiatan ini dapat mengukur kecepatan respon terhadap rangsang, maka dari itu kami menganjurkan agar pengendara mobil lebih cepat menanggapi setiap kejadian lalu lintas. Jika respon lambat, maka hal ini dapat dilatih. Agar jika sedang mengemudi dapat pengemudi dapat member respon atas rangsangan tiba-tiba yang terjadi di lalu lintas.

SISTEM PENCERNAAN KELINCI


Kelinci memiliki sistem pencernaan yang amat rumit, dan mereka tidak dapat mencerna semua makanan dengan cara yang sama baiknya. Sebagai contoh, mereka dapat mencerna fruktosa (zat gula pada buah-buahan) dengan sangat baik, namun kemampuan untuk mencerna gula jenis lain sangat rendah. Karenanya permen dan kue-kue manis dapat membuat kelinci menjadi sangat sakit. Hal ini disebabkan karena gula dan zat-zat makanan yang tidak dapat dicerna oleh usus halus kelinci akan menumpuk di cecum, dan memancing bertambahnya bakteri produsen racun yang menyebabkan banyak penyakit pada kelinci.
 
Sistem pencernaan pada kelinci :
1.     Rongga mulut,
2.    esophagus  (kerongkongan).
3.    Lambung
4.    usus halus.
5.    Usus besar
6.    Caecum

TUJUAN :
1.     Mengamati system pencernaan pada kelinci

ALAT DAN BAHAN:
1.     Kelinci
2.    Gunting bedah
3.    Pingset
4.    Pisau bedah
5.    Ketter
6.    Pentul
7.    Kapas
8.    Alkohol

LANGKAH-LANGKAH :
1.     Bius kelinci dengan alkohol.
2.    Regangkan kedua kaki dan tangan kelinci. Melebarkan arah luar kaki dan tangan agar kelinci untuk tidak jalan kemana-mana, sementara potong melalui rongga perut dan dada.
3.    Posisi ujung pisau bedah terhadap bagian bawah rahang kelinci. Memotong hampir setengah melalui bagian tengah tenggorokan menggunakan pisau. Lanjutkan memotong perut ke anus.
4.    Angkat kulit menggunakan pisau bedah. Tarik ke bawah kulit dengan menggunakan pinset. Dipotong setiap jaringan penghubung untuk membuat proses lebih mudah.
5.    Buka dada dan tutup perut dengan lembut
6.    Setelah itu Uraikanlah sistem organ-organ kelinci.
7.    Amatilah sistem organ yang terdapat pada kelinci.

HASIL PENELITIAN

1.     Mulut
Pada bagian mulut kelinci untuk makan dan mengunyah makanannya sekitar 300 kali dan "memutar' makanannya ke kedua sisi di rongga mulut, kemudian ketika makana telah halus makanan turun ke esophagus  (kerongkongan).
2.    Esophagus (kerongkongan).
Dibagian esophagus makanan lansung turun ke lambung. Esophagus digunakan untuk melewatkan makanan dari mulut ke lambung, untuk proses pencernaan lebih lanjut.
3.    Lambung

Kemudian makanan masuk ke lambung, tetapi reaksi sebenarnya bukan dilambung. tetapi lambung  hanya menyimpan makanan dan isinya disterilisasi dan dipindahkan ke usus halus.



4.    Usus Halus

Di usus halus, 90% protein, karbohidrat dan gula diserap dari makanan.  Kemudian bahan-bahan berserat yang tidak dicerna bergerak dan diseleksi. Serat bergerak ke colon (usus besar)



5.    Usus Besar

Kemudian serat yang bergerak ke usus besar akan membentuk tinja yang keras. Sisa makanan yang siap untuk dicerna bergerak ke caecum yang lebih besar dari lambung.

6.    Caecum

Tinja keras yang melewati caecum digerakkan ke colon dalam gerakan memutar dan membentuk bola-bola bulat dan keras.Caecum adalah sebuah organ rumit yang mencerna kembali makanan. Caecum  merupakan batas antara usus halus dan usus besar.


Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!